Jalan Berdua

1538 Kata

Pagi-pagi Kania sudah mengurung diri di kamar merenungkan nasib yang miris. Saat mamanya memanggil, ia hanya keluar sebentar lalu mengatakan lelah. Masalah bersama Haidar belum menemui jalan tengah dan Kania memang malas memberi kesempatan suaminya bicara. Mana ada sih perempuan yang rela melihat suaminya dicium sahabat sendiri? Bersama sahabat memang harus berbagi suka duka, tetapi tidak perlu berbagi suami. Nizam mendorong pintu yang tidak dikunci sehingga berderit pelan. Lelaki itu memasuki kamar adiknya setelah dipersilakan. Nizam tahu adiknya seringkali memendam masalah dari keluarga. "Abang masih mau bela Haidar?" sindir Kania merasa sebal sewaktu abangnya duduk di tepi ranjang. "Ochi udah cerita masalah kalian, Abang cuma mau lihat keadaan kamu, Dek." Kania menghela napas be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN