Saling Percaya

1397 Kata

"Kan?" Satu kali tidak ada sahutan seolah perempuan di balik meja resepsionis sedang banyak pikiran. Lalu Tirta memanggil ulang. "Hah?" Kania tersentak kaget begitu sadar telah melamun. Panggilan yang disusul sentuhan lembut di tangan membuyarkan lamunan Kania. Perempuan itu terkesiap menemukan pria bersetelan jas tiba-tiba ada di depan meja resepsionis. Kania tersenyum canggung merasa tidak profesional. "Kamu lagi ada masalah?" Tirta mengerutkan kening, meyakini kalau ada yang dipikirkan perempuan di depannya.. Kania mengangkat kedua alis. "Aku udah manggil tiga kali kamunya tidak menjawab. Bonus piring cantik nanti," kekeh Tirta yang bagi Kania tidak lucu. Selera humornya memang berbeda jauh dari suaminya. Lagi-lagi dia teringat soal Haidar yang belum membalas pesannya dari tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN