Aroma cokelat hangat dari mug putih menguar selagi dibawanya menuju kamar, mug kesayangan yang dibelinya bersama Kafi saat masih pacaran. Bahkan Rara membawanya pindah ke rumah baru yang Kafi siapkan. Saat pertama melihat tempat tinggalnya, banyak impian-impian dan rancangan masa depan bersama orang tercintanya, yang sekarang sudah tidak peduli. Rara tidak ingin banyak berharap serta berujung patah hati sendirian. "Mikir apa sih, Ra." Rara menggeleng selagi melewati ruang tengah. Dia berencana akan duduk di balkon kamar menikmati belaian angin malam sambil merenung. Rara sengaja membawa mug kesayangan agar seolah-olah ditemani Kafi. Laki-laki yang berbagi udara satu atap bersamanya seakan orang asing, dia lupa kapan terakhir bercengkerama renyah dan tertawa bersama di balkon kamar uta

