Pergi Jalan Satu-satunya

1386 Kata

Haidar tahu kalau dia tidak bisa menjaga matanya dari perempuan cantik yang menurutnya normal, tetapi Haidar bisa menjamin kalau hatinya terjaga dan hanya ada satu nama sebelum lebaran Wewe sampai sekarang. Kania baru memasuki rumah mertuanya dengan Haidar di sebelah membawa tas-tas yang sebagian besar isinya makanan. Keduanya berhenti mendengar suara gaduh di ruang tamu. Perempuan yang baru saja keluar dari rumah sakit meyakini kepalanya akan makin pusing mendengar perdebatan suami istri di depannya. "Namanya juga ngidam, emang Mas mau anak kita ileran." "Nggak apa-apa ileran, daripada kamu kegenitan. Udah cukup ya Aliza aku nahan-nahan sabar kemarin." Gibran mengembuskan napas lelah, tangannya membuat gerakan mengusap rambut ke belakang dengan frustrasi. Aliza tertawa-tawa lucu a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN