Dunia yang Menyempit

1705 Kata

Pukul sepuluh Kania baru kelar interview dengan jantung berdebar-debar, sebenarnya Haidar merengek seperti anak kecil meminta menemani yang langsung ditolaknya mentah-mentah. Bukan apa-apa suaminya masih ada tanggung jawab di kantor. Namun, setelah keluar ruangan Kania hanya membuang napas perlahan, tangannya masih berkeringat dan tiba-tiba mengingat Haidar. Kalau saja tadi mengizinkan sang suami menemani ikut pasti ada orang yang mendengar keluh kesahnya. "Semoga diterima," gumamnya pelan masih terus merapal doa dalam hati. Bahkan ia sudah mengirimkan puluhan pesan pada sang mama mirip penagih hutang agar terus mendoakan. Kalau perlu mamanya puasa satu hari. Dulu, mamanya bercerita berpuasa saat Nizam dipromosikan naik jabatan. Terbukti karir anaknya suskes berkat doa mama dan kecerd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN