"Kalau gue masih gembel pengangguran lo menyesal nggak sih, Kan?". "Jujur sih iya, tapi berhubung lo udah nolong keluarga gue ya udahlah." Kania mengedikkan bahu cuek, merasa tidak perlu pura-pura sok baik di depan Haidar yang sudah tahu buruk-buruknya. Sial! Haidar pikir Kania akan melapangkan hatinya dengan kalimat manis. Tapi benar juga, apa yang dibanggakan dari laki-laki kalau belum ada pekerjaan tetap? Haidar merasa belum punya persiapan apa-apa karena pernikahannya dadakan, kalau menurut Awal mirip tahu bulat yang dijual keliling pakai pick up. Haidar sempat bingung akan membawa Kania ke mana setelah semalaman menginap di hotel tanpa melakukan apa-apa layaknya suami istri. Memang apa yang diharapkan dari dua orang menikah atas dasar terpaksa demi menyelamatkan wajah dari ras

