Tanggal lima adalah tanggal kedatangan tamu bulananku selanjutnya. Namun, tanggal itu sudah lewat seminggu yang lalu. Aku menjadi deg-degan, bisa jadi bulan ini benar-benar hamil. “Mas, besok pagi aku tespek ya?” Kami sedang di dalam mobil, pergi menuju ke toko. “Iya Sayang. Kayaknya kamu lagi hamil deh, Dek.” Dia mengucapnya dengan senyuman penuh harap. “Amin, Mas. Semoga saja aku benar-benar hamil ya, Mas?” “Iya Dek, mudah-mudahan ya?” Setelah kejadian waktu itu, saat dua kali mas Lutfan bangun tidur di depan tv. Dan jika masih saja terjadi seperti itu, kita berencana akan terjaga bersama sampai pagi untuk menyelidiki sebenarnya apa yang sedang terjadi. Namun ternyata, mas Lutfan tak pernah lagi mengalami hal semacam itu. Sehingga membuatku terasa kembali tenang. Mungkin memang ben

