BAB III Tawaran Menarik

1418 Kata
Setelah puas menghabiskan waktu menonton konser dan melihat senyum manis Kim Taehyung, Yuna kembali ke tanah air. Namanya juga Putri sultan mau bertindak apa pun tidak akan ada yang menghalanginya. Tidak perlu membeli tiket, Yuna hanya cukup menggerek koper yang sudah penuh dengan berbagai macam oleh-oleh khas Negri Ginseng tersebut. Ya namanya sultan, bebas dong. “Kamu bantu-bantu di perusahaan aku saja cantik. Daripada kamu gabut dan cuma habisin duit Om Erlangga doang, mending kamu kerja sama aku. Nanti aku bilang ke Om Erlangga biar kasih upah deh,” ujar Deny, ketika Yuna kembali ke Indonesia. Deny merupakan kakak sepupu Yuna yang tegas dan sangat protektif. Sebenarnya, waktu awal mendengar Yuna diputuskan, Deny hendak memberi pelajaran karena sudah menyakiti sepupu cantiknya itu. Akan tetapi Yuna melarang agar masalah tidak semakin panjang. “Ish...Kak Deny sama Ayah sama saja. Padahal aku loh lagi rencana mau healing begitu. Masa disuruh kerja sih,” protes Yuna dengan nada lirih. “Healing kemana lagi Na? Kamu kemarin baru saja pulang nonton konser Jimin di Korea, masa mau healing lagi sih. Perusahaan itu lagi banyak kerjaan. Karyawan pada pusing mikirin kerjaan, eh kamu malah mau healing. Belum lagi ada tambahan investor baru. Dia itu sultan muda yang tajir melintir. Bahkan tajirnya bisa ngalahin Kim Taehyung,” ujar Deny sedikit kesal. “No.Tidak ada yang bisa mengalahkan kekayaan suami aku. Eh tapi dia keturunan darah biru si investor baru itu?” Tanya Yuna yang mulai tertarik tentang sosok tersebut. “Sembarangan. Dia bukan keturunan darah biru, dia darahnya merah sama kaya kita." “Maksudnya itu keturunan kerajaan Kak Deny. Kok jadi telat mikir gini sih,” gerutu Yuna mengerucutkan bibirnya. “Iya bukanlah. Maksudnya investor baru itu pebisnis muda yang sangat sukses dan tidak punya riwayat skandal apa pun dan dengan siapa pun. Wajahnya tampan dan bodynya wow. Orangnya baik dan dermawan. Banyak perempuan yang tergila-gila sama dia. Tapi jangan salah, meski memiliki rupa yang tampan, dia sangat dingin dan datar. Bicaranya irit tapi sangat berwibawa. Tatapan matanya tajam, setajam elang,” tutur Deny dengan semangat 45 menceritakan sosok calon investor yang sebentar lagi akan menjadi rekan bisnis di perusahaan Erlangga. “Siapa juga yang mau dilirik sama dia. Gini-gini selera aku itu sekelas Kim Taehyung, pria tertampan di dunia yang sudah bersertifikat,” balas Yuna tidak mau kalah. “Kalau begitu kenapa kamu bisa terjerat dalam cinta buaya buntung itu? Katanya seleranya seperti Kim Taehyung, tapi kok malah kecantol sama adonan donat yang bantet,” sindir Deny dengan tatapan malas. Sesungguhnya setiap mengingat mantan kekasih adik sepupunya, Deny selalu merasa gregetan.Rasanya ingin memukul wajah sok tampan itu sampai babak belur. Sampai detik ini Deny masih tidak habis pikir dengan Yuna yang lebih memilih berpacaran dengan Rangga. Padahal banyak teman Deny yang mendekati Yuna. “Mulai besok kamu yang bakalan menggantikan sekretaris aku yang cuti karena melahirkan di kampung halaman. So, selama Sisil belum masuk, kamulah yang akan membantu aku dan menghandle semua pekerjaannya.Tidak ada bantahan!” Tegas Deny dengan mimik serius. Jika sudah demikian, Yuna tidak punya alasan untuk menghindar ataupun sekedar protes.Kalau protes, bisa-bisa uang jajan untuk beli photobook Kim Taehyung berkurang. Meskipun sudah punya penghasilan sendiri, tetapi Yuna tetap menerima uang dari Erlangga untuk menambah kebutuhan K-popnya. Sebenarnya Yuna masih enggan untuk bekerja. Pikirannya masih dipenuhi dengan healing. Bahkan perempuan 23 tahun itu diam-diam sudah menulis beberapa Negara di Eropa yang akan dikunjunginya. Akan tetapi semua itu hanya angan-angan semata. Deny yang sudah tahu niat Yuna tentu tidak bisa tinggal diam. Deny ingin Yuna segera masuk kerja agar bisa membantu meringankan beban Erlangga yang sudah memasuki usia senja. Sebagai putri tunggal, tentu saja Yuna yang akan menjadi pengganti sekaligus calon penerus Erlangga. Deny ingin Yuna benar-benar menjadi perempuan tangguh yang bisa mengukir prestasi cemerlang dan menjadi orang sukses di kemudian hari. Bahkan kalau bisa lebih sukses dari Rangga, agar tidak mudah diremehkan. Deny dan seluruh keluarga Erlangga sangat menyayangi Yuna. Bahkan tidak pernah sekalipun mereka membuat Yuna meneteskan air mata. Bagi mereka, kebahagian Yuna adalah kebahagian mereka. Makanya ketika mendengar kabar Rangga berselingkuh, membuat amarah Deny memuncak. “Kamu harus semangat dan buktikan pada mantan keparatmu itu kalau kamu jauh lebih baik daripada jalang yang telah merebut posisimu itu. Jangan sampai kemalasanmu ini menjadi celah bagi si jalang itu untuk meremehkan dan menjatuhkan harga dirimu. Ingat, keluarga Erlangga itu keluarga terhormat, jangan mau kalah sama sampah rongsokan.” Mantan b******k dari adik sepupunya itu harus tahu diri bahwa ia dan Yuna beda level seperti langit dan bumi. Perkataan dan ceramah dari Deny menggugah semangat Yuna. Senyum manis senantiasa menghiasi wajah teduhnya. “Benar juga ceramah Kak Deny. Kalau masalah liburan masih bisa diatur jadwalnya nanti. Terpenting aku harus bisa menunjukkan pada dua manusia itu bahwa Yuna yang dulu, bukanlah Yuna yang sekarang. Aku tidak boleh kalah sama si Vanya,” ucap Yuna dengan semangat menggebu-gebu. “Nah begitu dong ! Baru Yuna cantiknya Tuan Kim Taehyung yang tampan dan tidak sombong." “Baiklah Komandan! Kalau begitu boleh aku minta uang tambahan?” “Baiklah, katakan berapa nominal yang kau butuhkan?" “Tidak banyak, hanya 50 juta untuk perawatan ke salon, shopping baju baru, makan dan koleksi sepatu baru. Eh sekalian mau beli hoodie keluaran terbaru yang dipakai Jimin waktu dance di tik tok,” ujar Yuna tanpa beban. Tanpa banyak bacot, Deny langsung mengirim jumlah nominal yang diminta Yuna. Semua itu dilakukan agar Yuna segera masuk perusahaan. *** Keesokan harinya Yuna sudah siap dengan penampilan ala Korea. Yuna akan berangkat bersama dengan Deny. Sebelum berangkat kerja seperti biasa Yuna dan Deny mendekati meja makan mulai menyantap sarapan yang sudah dibuatkan oleh Nina, istri dari Deny. Mata Yuna berbinar ketika melihat semua yang terhidang di meja merupakan makanan kesukaannya.Ada nasi goreng seafood, sandwich, s**u coklat, jus jeruk dan brownies coklat lumer. Tanpa menunggu lama Yuna langsung melahap semuanya hingga tandas. Sedangkan Nina tersenyum lebar melihat Yuna yang sangat menyukai masakannya. Tidak bisa dipungkiri masakan Nina memang selalu cocok di lidah keluarga Erlangga. Deny dan Nina memang diminta oleh Erlangga untuk tinggal bersama di mansion Erlangga. Karena mempermudah komunikasi antara Erlangga dan Deny apabila ada masalah darurat mengenai perusahaan. Selain itu, Deny dan Nina sudah dianggap sebagai anak sendiri. “Masakan Kak Nina memang mantap ” ujar Yuna menunjukkan jempolnya. “Iya dong, istri siapa dulu?” Goda Deny meneguk kopi buatan sang istri. “Aku ngomong sama Kak Nina, bukan sama Kak Deny ih, ” ketus Yuna. “Sudah,sudah. Mas kamu jangan godain Yuna terus dong. Kasihan nanti moodnya hancur dan menolak ke kantor kan kamu juga yang repot,” ujar Nina menengahi Yuna dan Deny. Setelah makan, Yuna dan Deny berangkat ke kantor. Jarak antara rumah Yuna dan kantor terbilang dekat. Namun seperti biasa, pasti ada drama adu mulut antara dua sepupu tersebut yang membuat kepala Nina hampir pecah. “Jangan lupa, sebagai sekretaris kamu harus membuat janji bertemu investor, memperhatikan jadwal pertemuan aku dan lain sebagainya,” ujar Deny di halaman mansion. Sepertinya Deny lupa atau sengaja lupa jika adik sepupunya itu adalah wanita cerdas dan bisa beradaptasi dengan lingkungan dengan mudah. Mengingat Yuna sudah berpengalaman dalam bidang kesekretarisan. Yuna tidak perlu belajar lagi untuk melakukannya. Rasanya sangat bosan mendengar petuah-petuah dari Deny sejak kemarin. “ Ya ampun Kak Deny! Aku bahkan pusing mendengar ocehan-ocehan Kakak. Kak Deny lupa kalau sepupumu yang cantik cetar membahana, baik hati dan tidak sombong ini pernah menjadi sekretaris. Don’t worry, aku sudah tahu apa yang akan aku lakukan,” kata dengan sedikit kesal membuat Nina menggeleng-geleng kepala. Pasalnya tidak ada hari yang dilewati tanpa perdebatan. Bahkan masalah kecil seperti ukuran baju pun tetap diperdebatkan.Memang aneh. “Kalau kalian terus menerus berdebat kapan mau berangkatnya? Lihatlah matahari sudah semakin tinggi dan aku rasa sebentar lagi kalian akan ada pertemuan dengan calon investor yang sultan muda itu bukan? Lebih baik segera berangkat sebelum jalanan semakin padat,” sela Nina. “Aku juga baru tahu kalau ada sultan muda di Indonesia,”sarkas Yuna ketika mendengar perkataan Nina. “ Karena dulu kamu hanya sibuk dengan dunia halumu dan juga mantan pacarmu Serangga itu. Jadi wajar saja, kalau kamu baru tahu sekarang. Maka dari itu, mulai sekarang belajar menambah wawasan serta relasi.” “Kok bisa-bisanya Kak Nina mau menikah sama orang yang menyebalkan kaya Kak Deny. Kalau aku mah ogah banget,” cebik Yuna sambil melangkah menuju mobil yang sudah terparkir. Nina dan Deny hanya tertawa melihat kelakuan Yuna yang begitu menggemaskan. Keduanya merasa bahagia, karena sedikit demi sedikit Yuna mulai ceria seperti sedia kala. Semoga dengan bekerjanya Yuna di perusahaan sang Ayah membuatnya menemukan cinta sejati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN