Bagian 31

1523 Kata

“Lalu apa maumu?” Harland menatap tajam, memberikan ancaman. “Bertanggung jawablah pada korban!” pinta Arsya tanpa basa-basi. Harland mencebik. “Mereka sudah mendapatkan ganti rugi yang sepadan,” kilahnya tanpa beban. “Jadi menurutmu nyawa bisa dibeli dengan uang?” Asya menahan kegeramannya. “Buktinya mereka langsung diam setelah mulutnya dibayar ayahku,” Harland mengedikkan bahunya. “Ini adalah skenario sama-sama untung. Aku mendapatkan kepuasan, mereka mendapatkan uang melimpah. Kalau kamu rasa seratus ribu masih kurang, aku bisa menambahnya! Sebutkan berapa yang kamu mau!” Arsya mendengus seraya membuang pandangannya ke arah lain. “Hentikan kegilaanmu dan bertanggung jawablah dengan menyerahkan dirimu ke polisi! Dosamu sudah terlalu menggunung,” ujar Arsya kemudian. Kalimatnya terd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN