Diujung sebuah ruangan tua dengan interior kuno dan antik, terdapat seorang pria duduk di kursi kerjanya. Usianya sudah memasuki masa pensiun yang artinya tak lagi muda. Sebagian rambutnya telah memutih dan kacamata rabun dekat melekat di pangkal hidungnya. Inilah kegiatan seorang Kyle Duante Morais setiap hari. Walau masih menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaan turun temurun milik keluarganya, tetapi ia lebih banyak bekerja dari rumah. Perhatiannya yang sejak tadi tertuju pada layar monitor dihadapannya harus terusik saat pintu kayu tua di seberangnya diketuk. Ia menyimpan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum mempersilakan siapa pun dibalik pintu untuk menemuinya. “Masuk,” ujarnya mempersilakan. Pintu pun terbuka, menampilkan sesosok wanita paruh baya yang tampak elegan dalam

