Tidak terasa sudah setengah jam berlalu Elliana duduk didepan meja rias membersihkan makeup serta riasan rambut pengantinnya, "bisakah? Sini aku bantu" suara dari belakang mengagetkan Elliana hingga membalikkan badan,
"Ah kak Al! Bikin kaget aja"
"Kenapa kaget? Kamu lupa sejak tadi sore kamu itu sudah sah istri aku"
Deg .. ucapan Aldrinan mampu membuat jantung Elliana berdegup tak normal
"Kok malah bengong sih sayang?" Lanjut Aldrinan dengan membungkukkan badannya berbisik lembut ditelinga Elliana, pemandangan sexy Aldrinan yang hanya memakai bathdrobe dengan d**a bidangnya yang terbuka terlihat sangat menawan dimata Elliana,
"Sini berdiri" ucap Aldrinan sambil sedikit mengangkat bahu Elliana agar berdiri, Elliana berdiri berhadapan dengan Aldrinan, yang mendekatkan kepalanya di tengkuk Elliana, perlahan Aldrinan membuka resleting pungggung pada gaun Elliana dengan lembut, sejenak Elliana terpaku dengan suasana yang ada,
"Nah sudah selesai, sana mandi" ucap Aldrinan sambil menjauhkan tubuhnya,
"Hah? Selesai apanya?"
"Bukannya tadi kamu kesulitan membuka gaun itu? Jadi aku bantu, dah sana mandi!"
"Hah? Oh gaun toh" ucap Elliana yang masih sedikit bingung usai menghadapi situasi tadi
'Sial kirain mau ngapain' gerutunya sambil berjalan ke kamar mandi, Aldrinan yang mendengar suara tersebut tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya.
Seusai mandi Elliana terkejut melihat banyaknya lingeri ada di lemari kamar barunya tersebut
'Apaan mommy katanya sudah pindahin bajuku, masa isi lemarinya cm lingeri sama dres baru semua, mana gak ada baju tidurku yg biasanya coba, aku ambil aja deh dikamar'
Elliana berjalan perlahan keluar dari ruang ganti masih memakai bathdrobe kearah pintu,
"Mau kemana?" Suara Aldrinan mengintrupsi dari belakangnya
"Mau ke kamar ambil baju tidur"
"Hanya pakai handuk begitu? Biar aku aja yang ambilkan bajunya" sahut Aldrinan yang tidak suka istrinya berkeliling rumah dengan menggunakan bathdrobe, biarpun ini rumahnya sendiri, tapi selalu ada penjaga rumah dan beberapa pembantu laki-laki yang terkadang ikut menjaga area rumah.
"Hm? Enggak deh kak, biar aku ambil sendiri aja"
"Dirumahmu ini daddy mempekerjakan banyak pelayan, ada yang laki-laki pula, aku gak suka kamu kluyuran dengan pakaian begitu"
"Yasudah gak jadi ambil baju disana deh, pakai yang ada aja"
"Hmm yasudah" jawab Aldrinan cuek sambil melanjutkan aktivitasnya di depan laptop.
Elliana akhirnya memilih lingeri yang paling tertutup menurutnya, lingeri tanpa lengan dengan rok yang hanya seatu jengkal dari pinggang dengan bahan kain yang transparan kecuali pada bagian d**a dan bawah yang terdapat kain yang menutupi area tersebut, Elliana pun berjalan ke arah tempat tidur dengan perlahan dan masih mengenakan bathdrobe diluar pakaiannya.
"Masih belum ganti baju juga?" Tanya Aldrinan yang sudah setengah berbaring di kasurnya.
"Hah? Enggak, sudah kok" ucapnya masih menunduk karena malu
"Terus kenapa handuknya masih dipakai? Buka cepat tidur, aku ngantuk"
"Hmmm" sahut Elliana
Dengan ragu Elliana membuka perlahan bathdrobe yang ia kenakan, namun pergerakan perlahan tersebut membuat libido Aldrinan malah naik, jantung Aldrinan berdegup kencang melihat apa yang ada dibalik bathdrobe Elliana.
"Ell, kamu ingin melakukannya sekarang?" ucapnya ragu
"Melakukan apa?"
"Kenapa kamu pakai baju seperti ini?"ucap Aldrinan sambil menarik tubuh Elliana hingga terjatuh ke kasur, Elliana kini berada disebelah Aldrinan yang sedang menyangga kepala dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mengelus lembut bahu Elliana
"Kamu cantik .." ucapnya yang tak melepaskan pandangannya dari tubuh Elliana. Sekali lagi Elliana mengagumi ketampanan Aldrinan yang sedang berbaring disebelahnya, Elliana melihat dengan detai laki-laki yang kini berstatus sebagai suaminya itu, tanpa sadar Elliana memegang pipi Aldrinan, mengelus dagunya dan turun keleher, Aldrinan yang mendamba sentuhan Elliana memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan Elliana, tidak cukup sampai disitu Elliana menurunkan tangannya menyentuh setiap lekuk otot d**a dan turun hingga perut, dengan perlahan Elliana meraba otot perut dengan otot yang bagus tersebut,
"Hmmmhhh .. " desah Aldrinan yang tak mampu menahan gojolak yang timbul akibat sentuhan Elliana, berbeda dengan Elliana yang mendengar desahan tersebut srontak menyadari apa yang baru saja ia lakukan.
"Loh, Kak Al kenapa gak pakai baju?" Tanya Elliana menghentikan aktivitasnya
"Aku kalau tidur memang gak pakai baju sayang, hanya celana tidur saja"
"Hmm yasudah kalau gitu tidur saja ayo" ucap Elliana sembari menjauhkan tubuhnya dari Aldrinan kemudian memakai selimutnya untuk tidur, Aldrinan yang dari tadi sudah merasakan panas akibat libido yang sedang naik, kesal mendengar ucapan Elliana yang begitu saja menyuruhnya untuk tidur.
"Apa maksud kamu?" Ucapnya sambil menaiki tubuh Elliana yang sedang tertutup selimut.
"Apa kak?" Tanya Elliana polos
"Akuu ...." Aldrinan menurunkan selimut yang Elliana kenakan dengan mencium lembut bahu Elliana.
"Aahhh gelii hahaha" Elliana menggeliat ke gelian.
"Hah geli? Benar geli?" Suara Aldrinan yang sedikit parau, nafas aldrinan yang tak beraturan membawa sensasi aneh muncul dalam tubuh Elliana,
"Aaahh kak Al .." Aldrinan yang terselimuti kabut gairah tidak dapat lagi mendengar ucapan Elliana, dengan lembut Aldrinan mencium leher, bahu, menciptakan banyak kissmark disana, perlahan Aldrinan membuka lingeri yang Elliana kenakan, dan mendaratkan bibirnya pada p******a Elliana yang mentok, mengulumnya dengan sedikit rakus.
"Ahh .. kak All .." mendengar desahan Elliana, Aldrinan melanjutkan kulumannya dipayudara Elliana yang sebelahnya, "ahh.. hmm.. ahh .." desahan Elliana tanpa henti terdengar semakin merdu di telinga Aldrinan yang seolah lupa diri, "aku gak kuat sayang" bisiknya ditelinga Elliana dan entah sejak kapan Aldrinan berhasil meloloskan pakaian mereka hingga merekapun kini telanjang bulat, tanpa basa basi Aldrinan mencium rakus bibir Elliana, keduanya berciuman hingga Aldrinan benar-benar tidak dapat mengontrol dirinya, Aldrinan menyentuh bagian inti pada Elliana "Aaahhhh ...." teriak Elliana ketika merasakan nikmat pada intinya akibat sentuhan Aldrinan, mendengar rintihan yang semakin lama semakin merdu, Aldrinan benar-benar tidak dapat mengontrol dirinya, tanpa banyak kata, bahkan tanpa izin Elliana, Aldrinan berani memasukkan miliknya pada Elliana perlahan,
"Aahhhh sakit kak" desah Elliana sambil memegang bahu Aldrinan kuat, "tahan sebentar ya sayang" ucap Aldrinan sambil mencium bibir Elliana untuk menghilangkan rasa sakitnya hingga miliknya masuk seutuhnya,
"Ahh.. kamu sempit banget saayang" ucap Aldrinan ditengah cumbuannya.
"Ahh, Kak Al, ahh .." mendengar desahan tersebut Aldrinan mempercepat temponya hingga badan Elliana menggelijang pertanda dia akan segera klimaks, mengetahui hal tersebut Aldrinan tidak tinggal diam, dia mempercepat tempo agar dapat keluar bersama dengan Elliana, "ahhh kak al aku kepelet pipis, ahh" "lepaskan saja sayang"
"Engg-aahhh aku mau pip-pis assshhh"
"Iya pipis saja sayang" ucap Aldrinan mempercepat tempo sambil mengusap k******s Elliana, Elliana yang baru merasakan hal nikmat tak tertahan mencengkram erat bantal yang ada di sekitarnya "aaaahhhh aku pipi-aaahhhh" "aaaaaarrrghhhh" akhirnya mereka sama-sama melepaskan klimaks yang pertama dan Aldrinan merasa bangga bisa melpaskan spermanya dalam rahim Elliana, dengan lembut Aldrinan mencium dan mengusap perut Elliana 'cepat tumbuh ya' bisiknya pelan didepan perut Elliana, Elliana yang tidak suka kotor memaksakan tubuhnya untuk terduduk dan mengambil tisu untuk mengelap keringat dan sisa-sisa percintaan mereka, namun tanpa di duga Aldrinan sendiri yang mengelapkan keringat pada wajah dan leher Elliana, tubuh, bahkan sisa percintaan dan darah keperawanan Elliana dengan mesra, Elliana tersentuh dengan perlakuan manis Aldrinan,
"kamu istirahat saja biar aku yang bersihkan"
"Aku mau ke kamar mandi" sahut Elliana menurunkan kakinya dan berjalan ke kamar mandi, belum tida langkah Elliana merasa sakit bagian inti dan pahanya hingga terjatuh
"Auu" triaknya
"Kenapa sayang?" Tanya Aldrinan dengan membopong tubuh Elliana kembali ke tempat tidur
"Sakit kak" ucap Elliana
"Memang sakit kalau pertama"
"Kakak tau dari mana?"
"Tau dari buku lah"
"Hmmm, kirain"
"Kirain apaan? Cuma kamu Elliana Grandis wanita pertama dan terakhirku" ucap Aldrinan yang sukses membuat Elliana tersipu, mereka menghabiskan malam panas berdua untuk kesekian kali hingga tertidur.
******
Ketika Elliana membuka mata, ia mendapati diri sedang berada dalam pelukan Aldrinan, seketika wajahnya memerah mengingat apa yang ia lakukan semalam, Elliana berdiri bergegas ke kamar mandi namun ketika hampir sampai di pintu kamar mandi ada yang mengangkatnya ala bridal style dan mengembalikannya ke kasur,
"Kak Al!"
"One more.." ucap Aldrinan sebelum mencium rakus bibir Elliana, ketika Aldrinan hendak memasuki Elliana, Elliana menahannya.
"Cckkk" decak Aldrinan
"Ell mau mandi dulu kak!" Ucapnya, tanpa pikir panjang Aldrinan kembali mengangkat tubuh Elliana ke kamar mandi.
"Yasudah mandi bareng"
Aldrinan merendam tubuh Elliana dibathup dengan dengan suhu yang pas, Aldrinan dengan lembut mengusap punggung Elliana dari belakang dan kemudian terus beralih kedepan, Meremas lembut paydara Elliana sambil menciumi bagian bahu Elliana, Aldrinan seperti tidak mengenali dirinya sendiri ketika bersama Elliana, merasakan sensasi baru dengan sentuhan Aldrinan yang telah menjadi candu untuk Elliana membuatnya mengeram tertahan, menyadari hal tersebut Aldrinan dengan sengaja mengelus pelan v****a Elliana, "mmphh... kak Al" desahnya lolos hingga membuat Aldrinan tersenyum "jangan ditahan sayang" ucapnya didekat telinga Elliana kemudian mecium bagian leher Elliana hingga menciptakan banyak kissmark "aahhh kak All ..." desah Elliana sambil menggeliat pertanda tubuhnya sudah siap untuk memulai percintaannya kembali "kenapa sayang?" Aldrinan sengaja bertanya sambil menghentikan semua aksinya, "mmm-more kak Al" ucapnya dengan suata yang sudah serat akan gairah.
"Jangan panggil aku dengan sebutan kak" lanjut Aldrinan sambil membalik Elliana, mendudukkan Elliana diatasnya dengan memasukkan perlahan miliknya kedalam Elliana sekaligus "Aahhh .. Aldrinan", "Ahh, kamu sangat sempit sayangg, ah lebih cepat sayang lebih cepat" ucapnya sambil meneruskan aksinya mengulum p****g Elliana, "Ah kak al aku mau keluu--aahh" teriak Elliana sambil meremas rambut Aldrinan, "jangan panggil kak, ah.. ahh.. ell kamu sangat nyaman" ucapnya sambil meremas p****t Elliana,
"ah Al aku keluu aaaaaahhh.. "
"kamu membuat aku gilllaaa aaahhhhh.."
akhirnya mereka sampai pada puncak kenikmatan bersama, aktivitas mereka berlanjut berkali kali hingga sore hari, mereka berhenti hanya untuk memakan maknan yang diantar bik yum, Aldrinan berkali-kali menghujam tubuh Elliana seperti binatang buas yang baru lepas dari kandang. Merasa lelah dan pegal di beberapa anggota tubuh Elliana tertidur dengan sendirinya, menyadari Elliana yang tertidur di ranjang yang terdapat bekas darah kegadisannya dan bekas percintaan mereka, Aldrinan dengan lembut memindahkan Elliana sementara dan meminta beberapa pelayan menggantinya agar Elliana dapat tertidur dengan nyaman.