BAB 39 SENDIRI

1717 Kata

Selama beberapa hari, Dante membisu di ruang pribadinya di Fasilitas Mercury. Menolak jadwal pertunjukan, menghindari panggilan semua orang, belum memeriksa pekerjaan di lokasi proyek, bahkan lupa mengisi perutnya. Setiap detik hanya merenung dan memikirkan tautan serpihan kenangan yang kian tak berujung, sebab begitu banyak serpihan yang hilang. Hatinya hampa, napasnya sesak, itulah yang dirasakannya tatkala dari jendela pesawat ia melihat tabung jenazah ayahnya dilepaskan dari kapal induk yang dipimpinnya selama bertahun-tahun. Ingin rasanya menggapai tabung itu demi melihat wajah sang ayah. Andai ia bisa membajak pesawat dan memasukkan tabung itu … tapi rasanya mustahil! Kesepakatannya dengan Central muda harus tetap dihormati. Kasih sang ayah tak berhenti sampai di situ saja. Setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN