BAB 29 PERTUNJUKAN HANGGAR

2050 Kata
Seorang pria paruh baya bersiap meninggalkan halaman parkir fasilitas SG Channel. Di tangannya tergenggam koper hitam yang kemungkinan besar memerlukan kode khusus untuk membukanya. Sebuah mobil mewah nan elegan telah menunggunya di area parkir khusus staf pejabat yang dilengkapi laser pengaman. Seseorang yang berniat jahat tentu berpikir ratusan kali sebelum mencurinya. Namun hal itu tidak berlaku untuk satu orang. Senjata berperedam suara ditodongkan ke kepalanya dari belakang, tepat setelah ia masuk ke kendaraannya dan duduk di belakang kemudi. “Mobil yang bagus, Tuan Cedric. Kau membayarnya tunai. Kira-kira, apa rencanamu dengan mobil ini? Melarikan diri setelah menerima bayaran dari seseorang di Space DJ Legacy?” Cedric berusaha tenang dengan mempelajari situasi. “Carlo Dante? Kuharap kau tak tersinggung dengan topik bahasan kami tentangmu. Setidaknya kau tahu, publik ingin memastikan Space DJ mereka baik-baik saja, meskipun punya sejarah kelam.” “Masalahnya, topikmu itu berbuntut panjang. Jika aku kehilangan pekerjaan, akan kuseret kau bersamaku. Tidak sulit melepas satu tembakan lagi untuk seseorang yang ingin menghancurkan hidupku.” ancam Dante, memainkan pelatuk jenis senjata klasik tersebut. Bunyinya jelas menciutkan nyali pejabat ini. “Huh, jadi berita itu benar. Space DJ Carlo Dante memiliki masalah kejiwaan serius. Kau tidak lebih dari sekadar psikopat pembunuh yang berlindung di balik topeng wajahmu. Perbuatanmu padaku cukup membuktikan bahwa kau ‘sakit’.” “Kalau begitu, bagaimana jika kurenggut sesuatu yang berharga darimu? Bila kau marah, berarti kau tak lebih baik dariku. Sulitkah bagimu mengenal batasan-batasan kehidupan? Batasan bila kau langgar, akibatnya bisa fatal? Kira-kira, apa yang bisa membuatmu merasa kehilangan? Menikmati masa pensiun di penjara?” “Dengar, seseorang memberitahuku secara pribadi bahwa membahas masa lalu dan kepribadianmu sangat efektif untuk menaikkan rating. Dia juga mentransfer sejumlah uang, lebih dari cukup untuk mobil dan mendanai tim berita. Semua itu hanya untuk sekali tayang. Hebat sekali! Pengaruhmu memang luar biasa! Hanya dalam sekali tayang, keajaiban pun terjadi. Warga Saturn tiba-tiba menjadi penonton televisi dan mencari tahu semua sumber dan berita tentangmu.” Akhirnya Cedric membuka rahasia. Ia sangat yakin bahwa Dante sudah kehilangan kepercayaan warga, tak seorang pun yang akan percaya tuduhannya bahwa seorang pemimpin tim berita senior seperti Cedric telah sengaja mencemarkan nama buruknya. Dante juga tidak bisa menampiknya sebab semua yang diberitakan memang bagian dari masa lalunya. Semua benar apa adanya. “Terima kasih, hanya itu yang kubutuhkan darimu. Eva, kau merekamnya?” “Apa?” Cedric gelagapan. “Setiap detail, Space DJ Carlo Dante.” jawab Eva, suaranya sengaja dikeraskan agar Cedric mendengarnya. “Bagus!” “Hei, apa yang kau lakukan?! HEII!!” Dante keluar dari mobil sambil tetap menodongkan senjata ke arah Cedric. “Diam di tempatmu menikmati hasil berita murahanmu, Cedric!” Cedric terdiam dengan menahan amarah, namun ia tak berdaya. “Bernapaslah! Eva, ubah kode pagar laser dan kunci dari luar.” “APAA?!! DANTE, KELUARKAN AKU! HEEII!” Terkejut ketika Dante mengurung dirinya dan mobil mewahnya di dalam pagar laser yang telah dikunci aksesnya. Siapapun tahu, orang yang terkunci dalam pagar laser pastilah dianggap pencuri karena tidak bisa membukanya lagi. Dalam lima belas menit, gas pelumpuh saraf akan membuatnya terkapar hingga staf keamanan datang. "Aku akan menuntutmu karena aksi brutalmu ini!" "Silakan. Simpan senjata ini sekalian!" Dilemparnya senjata yang ternyata tak berpeluru itu ke muka Cedric kemudian meninggalkannya  hingga teriakan Cedric semakin tak berarti. Dante menghampiri motor milik Ray. Tugasnya untuk membersihkan nama baik belum selesai. “Sekarang, oknum di Space DJ Legacy. Untuk itu, kita butuh Central dan Kapten Skivanov bisa membantuku.” “Haruskah kita dengarkan berita miring tentangmu? Toh para clubbers tetap percaya padamu.” saran Eva. “Kapten Skivanov juga tak masalah dengan itu.” “Masa lalu dan semua tindakanku adalah kenyataan yang menoreh catatan hitam dalam benak warga Saturn Gallant. Hal itu karena mereka tidak mengerti. Satu hal kesalahan Cedric, dia percaya bahwa aku adalah seorang psikopat.” Dante pun melaju. Kapten Ivan Skivanov adalah tujuan berikutnya. Nyatanya, melihat dan mendengar bukti rekaman pengakuan Cedric, hanya membuat sang kapten menarik sedikit ujung bibirnya. Rahangnya mencoba menahan tawa. “Baiklah, apa maumu?” tanyanya. “Seseorang di Space DJ Legacy menyebutku psikopat. Siapapun orangnya, pasti ingin menggantiku dengan orang lain dengan cara kotor. Aku butuh akses ke sana. Tolong, hubungi Central.” pinta Dante baik-baik. “Kau pikir ini kasus berat? Bahkan ketika terjadi perang besar, aku dilarang menghubungi Central, apalagi sekarang? Demi mengurusi masalah remeh Carlo Dante? Yang benar saja! Begini, pulanglah dan nikmati hidupmu seperti biasa. Kucoba menegur dan bicara dengan SG Channel. Masalah ini masih bisa diperbaiki.” Mata Dante tak berkedip. Sungguh tak bisa dipercaya, orang itu menganggap kasusnya hanya permainan kanak-kanak. Ia menunjukkan logo SG di seragamnya, “Demi Saturn Gallant, aku mengesampingkan segalanya termasuk hidupku bersama Eyn Mayra. Ketika aku dalam masalah dan memilih jalan diplomasi, kau malah menyuruhku diam dan bekerja seperti tidak terjadi apa-apa? Kau bisa melakukan itu pada bawahanmu yang lain, tetapi tidak denganku. Harga diriku memang tidak penting untuk beberapa hal, namun menyandang sebuah julukan yang sejak dulu sudah kutinggalkan, sama sekali bukan pilihan, melainkan paksaan! Atau, kau ingin supaya aku kembali seperti dulu, Kapten? Lalu buat apa aku mengerjakan mega proyek Dual Exchanger-mu?” Mendengar kalimat terakhir, Kapten Skivanov sulit berkutik. Mana mungkin melanjutkan proyek itu tanpa Dante? “Jika aku memilih tinggal di Eyn, semua rencanamu tamat.” Wajar bila Dante menuntut haknya. Berita negatif yang telanjur tersiar telah melukai perasaannya dan itu membuktikan bahwa ia manusia biasa yang hanya ingin hidup normal dan diterima masyarakatnya tanpa mempermasalahkan masa lalunya. Kapten Skivanov berpikir sejenak lalu cepat membuat keputusan. “Seperti yang kubilang, pulanglah. Aku sendiri yang akan mengatasi ini setelah bicara dengan Central. Hasilnya akan kuberitahukan padamu. Tentang hasil periksa kejiwaanmu dengan klinik psikiatri, tidak akan ada masalah. Aku menerimanya sebagai status kesehatan yang sah. Apalagi?” “Pembicaraanmu dengan Central bisa ditutupi dan direkayasa. Jika ada kesalahan, maka semua akan berakhir seperti kau menutupinya. Maaf, tapi kalian sendiri yang memulainya.” Kapten Skivanov membiarkan Dante pergi. Kata-katanya benar. “Baiklah, Dante, jika kau menanggapinya serius, kita lakukan dengan caramu.” Malam berikutnya belum ada perubahan, sang manajer klub, Ray Bliss, hanya menggelengkan kepala ketika Dante menanyakan jadwalnya. Maka ia memutuskan kembali bekerja membantu staf ilmuwan dan staf pekerja membangun proyek Dual Exchanger, yaitu membuat sistem pertahanan dan serangan Saturn Gallant dengan menggunakan rancangan Dual Exchanger dalam skala besar. Lain dari sebelumnya, beberapa hari ini Dante lebih sering terjun langsung bersama staf pekerja yang membutuhkan arahannya. Mereka baru pertama kali bekerja sama dengan Space DJ tersebut, dan rata-rata menyambutnya senang. Mereka tak percaya bahwa sang perancang sistem senjata Saturn Gallant yang baru adalah seorang pria muda yang sudah kenyang pengalaman. Dante mengarahkan dan memperlakukan mereka secara manusiawi dan profesional, membuat suasana bekerja menjadi akrab dan nyaman. Pernah pada suatu waktu, saat istirahat jam malam, mereka menuntut Dante melakukan aksi DJ di tengah lokasi proyek, lebih tepatnya dalam struktur perut kapal induk luar angkasa itu. Dengan bantuan Eva dan sound system seadanya, impian para kerja menikmati musik racikan Space DJ Carlo Dante menjadi kenyataan. Ray yang menyaksikan pertunjukan kecil itu berkat bantuan koneksi Eva di ruang kerjanya, tersenyum bangga. Baginya, apapun yang terjadi, apalagi cuma kabar burung murahan, tidak akan mampu mengganti sosok Carlo Dante yang kian lekat dengan Soundbuzzter Club. “Semua orang merindukanmu, Dante. Kuharap kau tahu itu.” gumam Ray, mengakhiri siaran langsung yang disaksikannya. Bekerja di lokasi konstruksi selama beberapa minggu cukup menyita perhatian Dante dari masalahnya sendiri. Ia sedikit merasa tenang. Canda dan keseriusan bekerja adalah dua hal berbeda yang ia dapatkan dari para pekerja yang hampir semuanya lebih berumur darinya. Namun ada yang berbeda malam ini. Seorang pekerja tidak tampak, padahal jam ini adalah shift-nya bekerja. Dante menghampiri kerumunan, lalu bertanya, “Ada apa?” “Mike terlibat masalah.” “Apa?” “Ketika dia hendak menuju kemari, sekelompok orang dalam kendaraan terbang menculik dan membawanya pergi. Banyak saksi yang melihatnya, staf keamanan juga sedang bertindak. Sekarang, kita hanya bisa berdoa.” Dante meninggalkan kerumunan dan menghubungi Eva. “Hubungi Shiva, kita butuh akses penuh. Gunakan ijinku.” “Tidak perlu, Carlo Dante. Aku bisa melakukannya.” “Maksudmu? Kita butuh menyisir setiap sudut Saturn Gallant untuk menemukan Mike! Kita tidak bisa melakukannya tanpa Shiva.” “Tapi, aku bisa.” Dahi Dante berkerut. “Baiklah, kita cari tahu kesalahan programmu nanti. Biar bagaimanapun, batasan akses tidak boleh dilanggar oleh program AI selain yang ditetapkan Central.” “Tidak terjadi kesalahan apapun, Dante. Satu-satunya kesalahan adalah membiarkan Mike semakin lama dalam bahaya.” “Baik, baik! Lakukan saja.” Melalui peta virtual yang dibentangkannya, Eva menunjukkan kemungkinan lokasi Mike disekap. Sebuah hanggar pesawat. Dante mengamati penuh keraguan. “Hm, kau yakin? Siapa yang berani menyewa sebuah hanggar demi menyembunyikan seorang pekerja kasar?” “Setiap detik yang kau habiskan untuk berpikir, mengurangi masa hidup Mike.” Baru kali ini Dante sulit mengambil keputusan, tetapi akhirnya ia nekat juga. “Motor Ray masih ditempatnya?” “Setia menunggumu, Space DJ.” “Oke, panggil dia. Kita pergi sekarang.” Motor milik Ray memang bisa terbang dan pulang sendiri bila menerima perintah dari jauh, setidaknya malam ini masih berguna. Mungkin Ray memang belum memerlukannya. Menerima panggilan Eva, kendaraan itu datang ke depan sudah berubah wujud, siap terbang. “Kau tahu, Eva? Di tengah masalahku, aku harus masuk tanpa izin ke properti orang lain. Ini buruk, tapi tak seburuk melihat berita kematian Mike.” Motor yang semula terbang melayang, kemudian melesat jauh menuju sasarannya. Tanpa sepengetahuan Dante, semua pekerja meninggalkan lokasi proyek, diangkut dengan bebarapa kendaraan terbang besar, mengikuti Dante. “Cepat, cepat! Ayo!” teriak seseorang di antara mereka. Dante, dalam keadaan kotor bekas cairan pelumas dan sebagainya, hanya mengenakan singlet dan celana proyek, sementara seragam atasnya malah ia lilitkan ke pinggang. Singlet itu tidak lagi berwarna putih seperti awalnya, sebagian besar tertutup bercak kehitaman, termasuk wajah dan hampir semua bagian tubuhnya. Penampilannya benar-benar kacau! Sedangkan angin malam mengibarkan rambut gelapnya, mengeringkan keringat dan noda cairan basah hasil kerja kerasnya bekerja kasar seharian. Meski demikian, ia tak peduli. Yang ia pikirkan hanya keselamatan Mike. Sampai di depan gerbang garasi pesawat atau biasa disebut hanggar, Dante langsung menerobos masuk. Tanpa rencana matang apalagi senjata, ia nekat masuk tanpa memperhitungkan resikonya. Aneh, di dalam hanggar itu gelap dan sepi, tiada secuil pun cahaya apalagi tanda-tanda kehidupan manusia. Apakah mereka sudah memindahkan Mike? Pikirnya. “Eva, beri aku cahaya.” Gelang komunikasi di pergelangan tangan Dante bersinar, beberapa detik kemudian, apa yang dilihatnya membuatnya tak percaya ketika penerangan tiba-tiba menyala. Tidak ada pesawat, kendaraan terbang, atau penjahat. Cukup lama ia berdiri mematung di tempatnya semula, di tengah para clubbers, ditambah para pekerja yang baru datang, turun dari kendaraan terbang. Entah bagaimana, mereka semua telah berganti pakaian. Jadi ini semua rencana mereka? Di dalam hanggar itu terdapat panggung pertunjukan DJ yang sudah disiapkan untuknya secara rahasia! Tata lampu telah diatur sedemikian rupa, termasuk sound system standar klub, ciri khas karya seorang teknisi yang sudah dikenalnya. Cain Throne! Laki-laki itu tersenyum dan melambai padanya, siap mengatur segalanya. Anak-anak Soundbuzzter Club juga telah stand by di posisi mereka masing-masing, ditambah kru televisi SG Channel yang akan menyiarkannya secara luas. Lalu … Ray. Dia menghampiri Dante, menepuk bahunya dan berkata, “Yang berbeda hanya meja bar. Selebihnya cukup ‘kan? Panggung itu milikmu, Space DJ! Naiklah, dan getarkan atmosfernya!” Senyum Dante mengembang. Berjalan mantap menuju ‘singgasana’-nya dan penerangan kembali padam. Clubbers berteriak histeris ketika setting hologram dibuat menyerupai lokasi proyek agar senada dengan penampilan Dante yang ‘kacau balau’ namun justru menambah kesan seksi dan maskulinnya di tengah deras keringat dalam suasana yang memanas. Ditambah cahaya yang tertata apik menyambut kehadiran sang Space DJ, pertunjukan sederhana tersebut justru menjadi spektakuler. Musik pun berdentum, mengikuti irama jari tangan Carlo Dante yang lihai memilih beat terbaik, lantas menggabungkannya dalam musik. Musik garapannya mampu menggerakkan semua orang, baik yang berada di hanggar atau lewat tayangan televisi hologram yang dimiliki setiap warga. Bahkan live streaming pada layar yang menempel di setiap gedung fasilitas Saturn Gallant, didominasi oleh pertunjukannya. Saturn Gallant telah diubah menjadi panggung DJ terbesar malam itu. Musik Dante bergema di mana-mana. Seluruh warga menikmatinya, bahkan yang benci padanya! Malam itu, ia berhasil membuktikan pada semua orang, bahwa kebesaran hati mampu mengubah pandangan negatif sebagian orang terhadap dirinya. Dan yang terpenting, warga Saturn Gallant kini mendukungnya, tanpa kecuali.   ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN