Langkah Victoria terhenti tepat di depan pintu ruang kerja Alex. Dia datang bersama Diana dan Hans untuk membahas tahap akhir proyek yang hampir rampung. Suasana koridor kantor siang itu cukup tenang, hingga suara keras dari dalam ruangan memecahnya. Pintu ruang Alex terbuka sedikit, dan dari celah itu, suara pertengkaran terdengar jelas. Bella, sekretaris Alex, berdiri tak jauh dari pintu. Wajahnya pucat, kepalanya tertunduk, kedua tangannya saling menggenggam gelisah. Dia jelas sudah cukup lama menyaksikan adegan di dalam tanpa tahu harus berbuat apa. Diana dan Hans saling pandang. Victoria merasakan sesuatu yang tak enak merambat di dadanya. Di dalam ruangan, Rana berdiri dengan gaun anggun dan riasan sempurna, wajah ceria yang biasa dia kenakan di depan publik kini retak oleh emos

