95

1530 Kata

Malam itu, apartemen sederhana yang pernah menjadi tempat singgah Victoria terasa berbeda. Lampu utama dimatikan. Hanya lampu tidur kecil di sudut ruangan yang menyala redup, menciptakan bayangan lembut di dinding. Jendela kaca terbuka lebar, tirainya tersibak pelan oleh angin malam. Dari sana, cahaya lampu kota terlihat berkelip, jalanan yang masih hidup, gedung-gedung tinggi berdiri diam seperti saksi bisu kehidupan yang tak pernah benar-benar berhenti. Di atas ranjang yang hanya cukup untuk dua orang, Victoria dan Alex berbaring berdampingan, tubuh mereka yang tak terbalut benang itu tertutup selimut hingga d**a. Sisa kehangatan masih terasa di antara mereka, napas yang perlahan kembali teratur setelah kedekatan yang panas beberapa saat lalu. Victoria berbaring menyamping, menghadap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN