97

1251 Kata

Mobil Victoria melaju stabil di jalanan malam yang mulai lengang. Lampu-lampu kota memantul di kaca depan, menciptakan garis-garis cahaya yang bergerak cepat seiring lajunya kendaraan. Dia baru saja melewati persimpangan ketika ponselnya bergetar. Nomor tak dikenal. Victoria nyaris mengabaikannya, karena hari ini terlalu panjang untuk tambahan drama. Namun entah kenapa, dia menekan tombol jawab dan mengaktifkan speaker. “Victoria.” Suara perempuan itu terdengar tenang. Victoria langsung mengenalinya. “Rana,” ucapnya datar. “Aku butuh bicara denganmu. Sekarang.” Itu bukan permintaan, tapi perintah. Victoria mendengus pelan. “Aku sedang di jalan.” “Aku sudah kirim alamatnya. Restoran di pusat kota. Datanglah.” Klik. Telepon ditutup sepihak. Beberapa detik kemudian, notifikasi m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN