Alina menutup pintu perlahan, tetapi tidak benar-benar menguncinya. Ia berdiri beberapa detik dengan punggung bersandar pada pintu itu, mencoba menenangkan napasnya. Malam di Senopati. Kata-kata itu berputar di kepalanya. Ia menoleh kembali ke arah Gibran yang masih berdiri di dalam kamar. “Apa yang kau maksud Soraya sedang menyelidikinya?” Gibran berjalan mendekat sedikit. “Aku tahu bagaimana dia bekerja.” “Menakut-nakuti orang?” “Tidak. Itu hanya permukaan.” Alina mengerutkan kening. “Lalu?” “Dia mengumpulkan informasi.” Alina menatapnya tajam. “Semua orang bisa melakukan itu.” “Tidak seperti Soraya.” Gibran menghela napas panjang. “Dia memiliki orang-orang yang khusus melakukan itu.” Alina merasakan sesuatu yang dingin menjalar di punggungnya. “Orang seperti detektif?

