Serahkan Bayi Itu Padaku!

1682 Kata

Alina tidak langsung pulang. Ia duduk di dalam mobilnya cukup lama, tangan masih menggenggam kemudi dengan kuat. Kata-kata Soraya berputar di kepalanya seperti rekaman yang diputar ulang. Semua orang punya harga. Serahkan bayi itu kepadaku. Alina menutup mata sebentar, mencoba menenangkan napasnya. “Tidak akan pernah,” bisiknya pelan. Ia menyalakan mesin mobil dan keluar dari parkiran klinik, mencoba memaksa pikirannya kembali pada hal-hal rasional. Langkah pertama: kontrol kesehatan rutin. Langkah kedua: menjaga pekerjaannya tetap stabil. Langkah ketiga: menjauh dari keluarga Mahesa sejauh mungkin. Rencana itu terdengar sederhana. Namun bahkan Alina sendiri tahu kenyataan tidak akan semudah itu. Sore hari, Alina kembali ke apartemennya. Koridor lantai tempat tinggalnya terasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN