Selalu Seperti Itu?

1682 Kata

Pintu ruang pemeriksaan terbuka perlahan. Alina yang masih duduk di ranjang USG menoleh refleks ke arah suara itu. Ia mengira perawat yang tadi datang kembali. Namun langkah yang masuk ke ruangan itu bukan langkah tergesa seorang perawat. Langkah itu tenang. Sepatu hak tinggi berwarna hitam menyentuh lantai dengan bunyi lembut yang anehnya terasa sangat keras di telinga Alina. Ketika sosok wanita itu muncul sepenuhnya di ambang pintu— waktu seperti berhenti. Soraya Mahesa berdiri di sana. Elegan seperti biasa. Rambut panjangnya tersisir rapi, gaun krem sederhana tapi mahal jatuh sempurna di tubuhnya. Ekspresinya tenang, bahkan hampir ramah. Namun mata Soraya langsung menemukan dua hal dalam satu detik. Gibran. Dan layar USG. Ruangan itu tiba-tiba terasa jauh lebih kecil. Alina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN