Sudah pukul delapan malam aku memutuskan untuk segera kembali. Sejak tadi yang aku lakukan bersama Tedi adalah bersenang-senang. Aku juga membeli beberapa barang dan pakaian untuk nenek dan ayah. Aku juga membeli sebuah dasi untuk A Yogi. Menyenangkan sekali selama ini hanya kampus dan apartemen yang jadi tujuan hidupku. Berjalan-jalan bersama Tedi buat aku merasa hidup kali ini. Aku tak banyak bergaul di kampus. Tak punya teman selain Tedi. Yang lain hanya sekedar sapa sesekali. Aku bahkan menjauhi Kuki meski ia terus bersikap baik. Aku takut jika ingat hubunganku dengan Pak Guru. Aku takut ia dalam masalah. Tentu saja aku tak mau jadi sumber masalah untuk orang lain. Haruskan saat pulang nanti aku bersikap baik? Melupakan semua perkara tentang Mira dan memaafkan kejadian di Bali? Aku

