Aku terbangun merasakan ponselku yang bergetar, tanpa membaca siapa yang menghubungi segera saja kuterima. "Hmm halo assalamualaikum?" "Waalaikumsslam, Reya lo sakit?" Tanya seseorang dengan suara yang familiar, tapi aku tak bisa menerka itu siapa. "Eung, siapa ini?" "Hmmph, rekan duet , yang juga pacar lo." "Kuki?" "Hahaha, berarti gue pacar Lo ya?" "Jangan nyebelin!" Kesalku meski tak bertenaga. "Gue khawatir waktu pak Joko bilang lo sakit. Lo udah makan sama minum obat?" Aku belum makan sejak pagi, karena kukunci kamar sejak pak guru ke luar. Aku takut, ia akan melakukan hal aneh lagi padaku. "Hmm tenang aja enggak perlu khawatir." "Lo mau gue temenin? Mau gue buatin makanan? lo sendiri kan? Gue tau soalnya Pak Yogi ada di kampus dari pagi tadi." "Kuki please, berhent

