34. Puisi Kuki

1660 Kata

Aku dirawat selama tiga hari, selama itu Tedi dan Kuki bergantian menjagaku. Pak Guru? Aku tak ingin ia temani. Ia menemaniku hanya saja duduk di depan kamar. Seolah ia merasa begitu bersalah sampai tak berani menunjukkan batang hidungnya. Aku minta pada semua untuk tak beritahu ayah dan ibu. Aku tak ingin mereka khawatir. Apalagi nenek punya riwayat penyakit jantung. Aku cepat sembuh karena, bubur ayam buatan Tante MeL. Kuki dan Tedi juga Tante Mel semakin akrab sekarang. Sepertinya, sakit yang aku rasakan membawa dampak baik bagi orang lain. Ya, mungkin ini yang namanya selalu ada hikmah di balik semua cobaan yang diberikan Tuhan. Aku bahagia untuk itu. Dan aku segera masuk sekolah setelah diijinkan pulang. Meski Pak Guru tak mengijinkan aku masuk. Jelas tak aku ikuti. Sebentar lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN