Jari-jemari itu saling bertautan, menggenggam erat takut jika akan ada badai setelah hari ini tapi keyakinan pada sang takdir juga tidak bisa disepelekan. Ari tersenyum melihat gadis-nya berceloteh mengenang masa-masa kuliah mereka dulu, awal perkenalan yang sangat klassik bagi mahasiswa baru. Mereka tidak menyangka akan menjadi akrab seiring waktu berjalan, sering menghabiskan waktu dan mengerjakan tugas bersama ternyata menumbuhkan benih cinta diantara mereka. Saat itu Ari tidak bisa meninggalkan Chika yang sudah lama menjadi kekasih, alasan kenapa ia dengan mudah merasa nyaman dengan Susi adalah, gadis itu selalu bisa membangkitkan semangat saat lelah menghadapi kesulitan pada masa kuliah, apalagi dia dengan tidak tahu malunya sering kali membuat Ari kelabakan dengan candaan konyol dan

