Susi melirik jam tangannya yang hampir menunjuk keangka sepuluh, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa Ari akan datang. Sesekali kepalanya mengintip dari balik pembatas, berharap kalau boss nya itu telah sampai dan sengaja tidak memilih keluar ruangan namun sayang, tempat yang biasa menjadi singgasana Ari kosong, tidak ada siapapun disana. Gadis itu menghela nafas berat, seperti inikah rasanya merindu? Kalau saja merindukan kehadiran seseorang seberat ini maka Susi akan meminta Ari untuk datang lebih awal darinya agar ia tidak merasakan menunggu waktu berputar rasanya seperti berabad-abad. Susi meraih berkas yang akan ia berikan pada manager keuangan,ketika melihat gelas plastik yang mengingatkannya pada kencan pertama mereka sungguh menghipnotis Susi untuk tersenyum. Ia mengambil benda itu dan

