Kanaya tampak terkejut dengan Adrian yang mengungkapkan perasaan yang dimilikinya. Dia masih ragu untuk mengakui, namun ketidak ada hadirnya Adrian dalam beberapa hari ini membuat Kanaya merindukannya. Sekarang sosok yang dirindukan olehnya kini telah berani mengatakan isi hatinya. Apakah Kanaya harus mengungkapkan perasaannya juga. Kanaya tampak malu untuk membalas ucapan Adrian tadi, namun hatinya tak bisa menolak untuk membalasnya. Sebuah kecupan singkat yang diberikan Kanaya pada bibir Adrian. Adrian tersenyum atas balasan Kanaya yang secara tiba-tiba.
Adrian memagut bibir Kanaya dengan lembut, mencumbu dengan mesra. Kanaya membalas setiap ciuman Adrian dengan suka cita. Secara naluri Kanaya melingkarkan kedua tangannya di leher Adrian. Keduanya sama terlena dalam setiap cumbuan yang mereka berdua lakukan, tanpa sadar keduanya kini sudah tanpa sehelai benang pun yang melekat ditubuh. Adrian melepaskan ciumannya dan memandangi wajah Kanaya kemudian mencium kening.
"Kamu cantik istriku. I love you" ucap Adrian kemudian menciumi leher Kanaya.
"I love you too Adrian" dengan lirih Kanaya membalas perkataan Adrian. Gelora hasrat pada tubuh Kanaya mengeluarkan rintihan-rintihan lembut yang membuat Adrian semakin b*******h.
Diciumi setiap inci tubuh Kanaya dengan lembut dan mesra, hingga membuat si pemilik tubuh menggelinjang nikmat atas setiap cumbuan yang diberikan oleh Adrian. Tak bisa dipungkiri oleh Kanaya kalau dia sangat menginginkan diri Adrian kepada dirinya. Setelah sekian lama Adrian bermain-main pada tubuh Kanaya, seakan hasratnya sudah berada diubun-ubun Adrian menembakkan pistolnya langsung tepat sasaran. Sebuah jeritan kecil keluar dari mulut Kanaya, disambut langsung oleh Adrian dengan ciuman mesra pada bibirnya. Dengan pelan Adrian menghujami tubuh Kanaya hingga kemudian menjadi ritme yang cepat.
Setiap hentakan yang diberikan Adrian terdengar lenguhan rintihan Kanaya, keduanya larut dalam kenikmatan indahnya surga dunia. Setelah keduanya benar-benar menikmati proses penyatuan mereka sebagai sepasang suami istri akhirnya mereka meraih kenikmatan puncak dunia bersama. Adrian merintih panjang seakan telah menahan hasrat begitu lamanya. Pada kenyataannya memang seperti itu, penantian yang lama berakhir dengan sangat memuaskan dan tidak mengecewakan dirinya. Meski Kanaya telah melahirkan tiga orang anak, namun tubuhnya maish begitu indah seakan tanpa cela. Adrian mengagumi tubuh indah milik Kanaya yang telah sepenuhnya menjadi miliknya. Kecupan mesra diberikan oleh Adrian pada dahi dan kedua pipinya Kanaya.
"Terimakasih sayang"ucap Adrian lembut ditelinga Kanaya. Kini Adrian tergeletak disamping tubuh Kanaya setelah pertempuran panjangnya dalam pergulatan mesranya bersama Kanaya. Setelah itu Adrian memeluk tubuh Kanaya, kepala Kanaya diletakkan didada bidangnya. Sedangkan kedua tangan kekar dan kokoh milik Adrian memeluk erat tubuh Kanaya. Kanaya sangat menyukai aroma dari tubuh Adrian, seakan kini telah menjadi candu bagi dirinya. Larut dalam keadaan mesra seperti itu tanpa mereka sadari mereka berdua kini berkelana dalam dunia mimpi seakan begitu lelahnya dalam mendaki puncak kenikmatan surga duniawi. Memang perjalanan yang melelahkan tapi hasilnya adalah nikmat diperoleh yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Kanaya terbangun setelah nyenyak dalam tidurnya. Dia tersenyum ketika dirinya masih dalam pelukan Adrian, nafas hangat Kanaya membangunkan tidur Adrian. Satu kecupan didaratkan di dahi Kanaya dan memandangi wajah cantik istrinya begitu dalam. Hanya memandangi dan mengingat pergulatan sebelumnya. Tidak hanya membangunkan matanya yang berat, tapi juga membangunkan bagian lainnnya di tubuh Adrian.
Adrian kembali mencumbui tubuh Kanaya sehingga membuat si pemilik tubuh mendesah lirih. Seperti sebuah nada penyemangat bagi Adrian yang ingin memuaskan Kanaya dan juga dirinya. Kanaya menikmati setiap sentuhan Adrian yang lembut yang menggairahkan dirinya menerima setiap sentuhan dari Adrian. Untuk kedua kalinya mereka berdua melakukan penyatuan cinta dan hasrat mereka berdua. Hanya suara desahan yang saling menyahut di antara mereka berdua menggema dikamar yang menjadi saksi bisu cinta mereka berdua. Meski pertemuan mereka terkesan kurang menyenangkan, tapi hati mereka seolah telah saling mengenal sejak lama. Perjalanan cinta mereka yang tergolong unik tak mengandaskan keduanya untuk saling memberi dan menerima. Setelah beberapa waktu yang mereka habiskan akhirnya mereka kembali merengkuh kenikmatan pada puncaknya sekali lagi.
Kali ini Kanaya langsung membersihkan diri ke kamar mandi setelah dia melihat jam dari ponselnya. Ternyata mereka berdua benar-benar telah lupa waktu. Seperti pasangan yang sedang dimabuk asmara itulah yang terjadi kepada mereka berdua.
"Kita mandi bareng yuk"ajak Adrian saat Kanaya memasuki kamar mandi. Spontan Kanaya langsung menutup pintu kamar mandi ketika Adrian akan menghampirinya.
"Nggak usah malu, kan aku sudah liat semuanya sayang"kata Adrian di luar pintu berharap Kanaya akan membukakan pintu.
Sedangkan Kanaya yang berada di balik pintu kamar mandi seakan tengah menahan malu atas apa yang baru saja terjadi. Membayangkan betapa liar dirinya tadi saat bercinta dengan Adrian. Hal yang benar diluar kendalinya, semuanya adalah reaksi dari tubuhnya secara alami. Kanaya senyum-senyum mengingat sentuhan lembut dari Adrian, kecupan-kecupan mesranya yang seakan membuat jantungnya akan berhenti berdetak karena debaran jantung yang tak beraturan.
Adrian yang berada diluar tertawa kecil saat melihat wajah Kanaya yang malu-malu saat hendak masuk ke dalam kamar mandi. Adrian mengambil hadnphonenya untuk mencek notifikasi namun dia terkejut saat melihat jam yang telah menunjukkan jam dua belas malam lewat. Astaga dia menghabiskan waktu bersama hingga lupa waktu. Adrian tidak menghiraukan beberapa notifikasi yang ada di handphonenya. Langsung ke pintu kamar mandi kemudian mengetuknya.
"Sayang, buruan mandinya ya. Kita sudah melewatkan waktu shalat. Kita shalat berjamaah sekalian ya"ucap Adrian lembut dari luar pintu.
"Iya, sebentar lagi selesai"sahut Kanaya dari kamar mandi. Tidka berapa lama, Kanaya sudah rapi dengan handuk yang melilit rambutnya dan bathrobe yang menutupi tubuhnya. Seketika Adrian ingin mencium Kanaya yang begitu wangi setelah selesai mandi.
"Noooo.... Aku udah wudhu. Jangan bikin aku batal dong" gerutu Kanaya saat menghindar dari serangan cium oleh Adrian.
"Hehehe... Ok.. Ok... Tapi selesai shalat aku akan membatalkan wudhumu Ok sayang" kata Adrian sambil mengedipkan sebelah matanya.
Keduanya melaksanakan shalat berjamaah dengan khusyuk. Mereka berdua mengqadha shalat Maghrib terlebih dahulu karena tertidur sehingga tidak mengetahui kalau mereka sudah melewati shalat maghrib. Setelahnya mereka melaksanakan shalat Isya dan diakhiri dengan Kanaya mencium tangan Adrian dengan takzim sebagai bukti baktinya sebagai seorang istri. Dibalas sebuah kecupan diantara kedua kening sebagai bentuk cinta kasih dari Adrian.
Kanaya yang tidak mudah untuk membuka hati kepada seorang laki-laki sepeninggal suaminya kini dengan ikhlasnya berbakti kepada Adrian sebagai suaminya. Suami yang dengan lembut memperlakukan dirinya, serta menjadi imam yang baik baginya sekarnag ini. Kanaya berharap semuanya akan selalu seperti ini. Bahagia, hanya kebahagiaan yang ingin dimilikinya, hidup bersama seseorang yang menyayangi dirinya merupakan hal satu-satunya yang diinginkan oleh Kanaya. Semoga sisa perjalanan hidupnya hanya diliputi oleh kebahagiaan dari orang-orang tersayang disekelilingnya.