Kanaya menangis didalam pelukan Adrian karena dia sangat merindukan sosok Radit. Entah sampai kapan dia bisa bertahan dengan kesedihan karena kehilangan orang yang dia cintai. Oleh sebab itulah Kanaya menyibukkan diri mengurus perusahaan mendiang suaminya. Agar dia tidak terlalu larut dalam kesedihan. Tanpa dia pernah menduga sekarang dia sudah dalam pelukan seorang pria asing yang belum dia kenal namun telah sah menjadi suaminya.
"Aku hanya bisa berharap kamu bisa membuatku melupakan rasa sedih kehilanganku Adrian" ucap Kanaya dalam hati.
"Apa kamu ingin jalan-jalan? " tanya Adrian mencoba untuk menghibur Kanaya.
"Tidak.Aku lagi malas untuk keluar. Anterin aku buat ngambil barang-barangku saja di kosan Ades" kata Kanaya.
"Bukankah kamu sudah membeli barang keperluan kamu? " tanya Adrian lagi.
"Laptopku sama dompetku masih disana. Nanti jam sepuluh malam aku ada meeting sama adikmu tersayang" kata Kanaya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Hah, Andre. Meeting? Meeting apaan? " tanya Adrian penasaran dengan adiknya Andre. Hampir dua tahun dia tidak pernah bertemu dengan adiknya yang jahil itu. Meski dia kadang dia menjengkelkan tapi Adrian sangat menyayanginya. Setiap kali ditanya dia hanya berkata sedang sibuk kerja. Jadi Adrian penasaran apa yang sedang dikerjakan oleh Andre?
"Membahas tentang proyek yang sedang kami rencanakan. Tapi dia juga memberikan referensi tempat yang bisa aku kunjungi di Jakarta" jawab Kanaya.
"Proyek. Kamu beneran ngelepasin dia buat ngehandle kerjaan kamu, maksud kamu begitu!"kata Adrian seolah tak percaya bahwa adiknya sudah bisa bertanggungjawab.
"Tentu saja. Dia itu pintar, bertanggungjawab serta benar-benar mempunyai karakter untuk bisa jadi pemimpin. Apalagi kami berdua berencana akan membuat pabrik minyak goreng. Soalnya lahan sawit perusahaanku sudah mulai panen. Jadi alangkah baiknya hasil sawitnya diproduksi sendiri. Selain itu juga kami bisa membuka lahan pekerjaan buat penduduk sekitar juga"ujar Kanaya.
"Kamu tau ini ide siapa? Ide Andre, dia selalu berpikir memberikan kesempatan kepada orang yang memiliki tekad ingin merubah nasib mereka dengan membuka lowongan pekerjaan sebanyak-banyaknya" ujar Kanaya bangga kepada Andre.
"Mungkin ini merupakan pengalaman pribadinya yang tidak dikasih kepercayaan oleh seseorang yang sangat pemarah" kata Kanaya yang melirik ke arah Adrian. Namun Adrian hanya terdiam karena dia sangat begitu merindukan Andre.
Untuk segala pencapaian yang Andre dapatkan selama ini Adrian merasa bangga karena pada akhirnya Andre bisa bertanggungjawab dan mengerti arti kerja keras. Dia bersikap keras bukan karena tidak menyayangi adiknya, melainkan ingin menempa potensi yang ada diri Andre. Dengan langkah pertama ikut mengurus perusahaan Radit, karena kepemilikan saham Adrian sebesar empat belas persen. Sedangkan atas nama Andre sendiri hanya lima persen.
"Baguslah kalau dia sudah bisa bertanggungjawab. Sebab perusahaan properti papa aku ingin dia yang mengurusnya. Aku cukup ingin mewarisi dan mengelola hotel ini saja. Untuk bisnis keluarga yang lainnya biar Andre yang mengelola,karena aku juga memiliki perusahaan yang aku bangun dengan jerih payahku sendiri "ucap Adrian yang membuat hati Kanaya tersentuh. Dia merasa bangga terhadap Adrian. Mungkin dia bersikap keras dan dingin di depan para lawannya, padahal sebenarnya dia begitu lembut dan perhatian. Seperti itulah dunia bisnis, jika ingin bertahan kita harus kuat dan bisa membuat lawan tidak berani untuk melumpuhkan kekuasaan yang kita bangun.
Hal itu juga sudah dialami oleh Kanaya sebagai seorang pembisnis, banyak rekan bisnisnya yang sering berlaku curang. Pada waktu Radit yang memimpin perusahaan dia tidak begitu tega untuk menyakiti para koleganya ataupun lawan bisnisnya. Dia selalu bersikap baik dan mentolerir kesalahan yang mereka perbuat. Selalu memberikan ampunan, walapun sering hal tersebut dilarang oleh bapa Kanaya. Sebab bersikap murah hati akan berakibat buruk kepada diri sendiri, karena dianggap itu sebuah kelemahan oleh para musuh kita. Kanaya pun pernah sempat akan jahati oleh rekan bisnisnya dengan mencoba untuk memperkosanya. Namun bukan Kanaya, kalau tidak bisa mengalahkan lima orang pria yang lemah tersebut. Hingga pada akhirnya semua bisnis mereka hancur dan bangkrut tak tersisa, karena Kanaya tidak memberi ampun kepada mereka yang mencoba menyakitinya. Siapa yang kuat dia yang pasti menang.
"Kamu mendidiknya dengan sangat baik" kata Kanaya menepuk pundak Adrian. Terlihat Adrian menitikkan air mata, namun Kanaya berpura-pura tidak melihat hal itu.
"Nanti selepas maghrib kita ambil semua barang-barangmu. Aku mah shalat ke mushala hotel dulu. Kamu bersiaplah terlebih dahulu. Nanti aku akan jemput kamu" ucap Adrian kemudian mengambil handphonenya dan berlalu pergi keluar kamar.
Takdir tuhan tidak pernah kita tahu akan seperti apa cerita kehidupan kita. Selama kita selalu berpikiran baik dengan ketentuannya selalu ada hal tak terduga yang akan kita alami. Inilah yang Kanaya rasakan, seperti bermain dengan takdir yang tak pernah dia bayangkan.
"Pa,suami Kanaya kakaknya Andre"ketik Kanaya melalui pesan di aplikais berlogo panggilan berwarna hijau.
" Bapa akan telpon Andre untuk lebih mengenal suamimu itu"balas bapanya Kanaya.
"Jangan pa, Andre belum tau tentang hal ini. Biar nanti Kanaya yang memberi tahu dia" balas Kanaya.
"Oh, Ok. Jadi kamu mau memberikan kejutan kepada Andre. Baguslah kalau begitu, bapa yakin pasti suami kamu itu orangnya hebat" balas bapanya.
"Bapak percaya takdir? " tanya Kanaya.
"Tentu saja. Kamu harus yakin apa yang sudah Allah gariskan untukmu. Pasti terbaik buat hidup kamu" balas bapanya Kanaya atas pertanyaan anaknya semata wayang itu.
Kanaya mengambil nafas dan menghembuskannya dengan berat. Yakin sebuah kebetulan ini memang terbaik untuk dirinya. Dia berharap Adrian bisa menerima ke tiga anaknya nanti jika mereka berdua bertemu nanti.
"Kamu belum bersiap. Katanya mau pergi mengambil barang-barangmu? " kata Adrian yang masuk ke dalam kamar setelah selesai shalat maghrib.
"Oh tunggu sebentar, baju yang di bungkusan putih itu buat aku kan? " tanya Kanaya ke Adrian tentang baju kasual didalam tote bag putih yang Adrian berikan kepadanya tadi.
"Iya, pakai itu. Masa iya kamu keluar jalan tetap makai baju daster atau baju tidur yang kamu beli tadi" kata Adrian kemudian berbalik dengan menyunggingkan senyum yang tak dilihat oleh Kanaya.
Kanaya pun bergegas mengganti bajunya dan merias diri seadanya. Walaupun pandai berdandan Kanaya tidak suka memakai make up tebal dia lebih suka memakai riasan tipis. Memakai cushion diwajahnya dan meoleskan sedikit lipstik berwarna agak coklat. Ditambah sedikit lipstik warna merah untuk mengombre bibirnya. Memakai maskara di bulu matanya yang lentik. Sesimple itu, tapi tetap saja Kanaya terlihat cantik. Dengan memakai baju berlengan sesiku berwarna peach dipadukan dengan celana jeans berwarna biru. Membuat penampilannya jadi trendi. Memang model baju seperti ini yang disuka oleh Kanaya. Entah dari mana Asrian mengetahui favorit gaya berpakaiannya, namun untuk awal pengenalan seperti ini tidak terlalu buruk juga. Kanaya tersenyum mengingat hal baik yang dilakukan oleh Adrian untuknya.
Adrian menunggu Kanaya di lobi hotel, saat melihat penampilan Kanaya membuat hati Adrian berdetak tak karuan. Dia terpukau dengan penampilan Kanaya yang begitu terlihat cantik. Disaat yang bersamaan, ketika Kanaya menghampiri Adrian banyak mata yang memandangi mereka berdua. Para staf hotel terkejut melihat Adrian yang secara terang-terangan menggandeng seorang wanita. Pria yang begitu dingin dan tidak pernah menyapa para stafnya tersebut hanya bisa dikagumi secara diam-diam oleh para karyawan hotelnya. Ini adalah tontonan yang langka melihat Adrian bersikap manis dan tersenyum kepada seorang wanita. Banyak hati karyawan wanita yang bersedih sekarang, karena Adrian yang selalu dijadikan objek halu para karyawan wanita. Mengharapkan jika suatu hari nanti cerita hidup mereka akan bersama CEO tampan seperti Adrian. Ada juga berpendapat kalau mereka berdua pasangan yang cocok dan sempurna. Momen yang tidak sampai sepuluh menit itu menjadi trending topik di Aston Hotel. Dengan tajuk "CEO tampan Aston Hotel menggandeng seorang wanita".
Ada beberapa karyawan yang sempat mengabadikan kejadian langka tadi dalam bentuk foto ataupun video. Namun sayangnya foto Kanaya tidak terlihat jelas. Sehingga banyak yang penasaran dengan wajah Kanaya. Aston hotel memiliki chat gru khusus karyawan dan staf dihotel tersebut. Digrup chat tersebut terjadi kehebohan yang luar biasa tanpa sepengetahuan Adrian kalau dirinya menjadi bahan obrolan karyawan nya.