Roti Tawar

1206 Kata
Pintu kamar diketuk dan Adrian pun melangkah ke pintu untuk membukanya. Tora datang dan memberikan dua tas karton barang yang dipesan oleh Adrian kepada sekretarisnya Amanda tadi. Adrian pun senyum-senyum ketika menerima nya dan langsung menyuruh Tora untuk pergi. Adrian membayangkan seperti apa penampakan Kanaya ketika memakai pakaian yang sudah dibelinya. Selain meminta Amanda membelikan perlengkapan buat shalat serta pakaian casual. Adrian meminta Amanda untuk membeli beberapa lingerie untuk dipakai Kanaya melalui pesan. Akan aku habisi kamu nanti wanita gila. Setelah beberapa lama Kanaya pun keluar dari kamar mandi dengan memakai baju daster yang dia beli tadi. Kenapa dia begitu terlihat sangat cantik memakainya? Adrian terpana melihat Kanaya memakai baju daster dengan panjang selututnya. Satu kata yang terlintas yaitu seksi. Melihat Adrian yang tak berkedip membuat Kanaya menjadi merasa tidak nyaman. "Aku bisa minta sesuatu tidak? " tanya Kanaya. "Apa? Minta cium, sini aku cium" ujar Adrian tersenyum. "Dasar m***m. Aku minta belikan roti tawar buat perempuan" kata Kanaya agak canggung. "Ok. Aku akan menyuruh Tora membelikan" ujar Adrian. "Aku saja yang membelikannya. Kamu tunggu disini aja. Ini ada perlengkapan buat kamu shalat. Kamu bisa shalat ketika aku pergi nanti" ujar Adrian. "Terimakasih.Tapi" kata Kanaya menggantung namun Adrian sudah berlalu pergi keluar. Dia hanya bisa menarik nafas dan menghembuskannya dengan berat. Adrian mencari Tony untuk menemaninya belanja roti tawar yang diminta Kanaya tadi namun Tony sudah pergi untuk mengantarkan pulang Amanda. "Kamu temani saya berbelanja ya, saya ingin membelikan beberapa cemilan untuk Kanaya" kata Adrian. "Siap bos" jawab Tora si bodyguard yang selalu setia menemani Adrian. Mereka berdua pun pergi berbelanja dan membeli beberapa cemilan dan minuman. Tak lupa Adrian membeli beberapa makanan ringan untuk Tora bawa pulang dan diberikan kepada anak-anaknya. "Tor, Kira-kira apa saja ya makanan yang disukai Kanaya? Mumpung lagi diluar sekalian beli" kata Adrian untuk meminta saran dari Tora. "Sepertinya non Kanaya menyukai makanan pedas. Tadi pas makan dia meminta sambal katanya kurang joss makan tanpa sambel" jawab Tora. "Kira-kira dia suka makan apa ya? " tanya Adrian sekali lagi. "Beli seblak atau nasi padang bos. Itu makanan sejuta umat yang digemari lho. Ini menurut saya sih bos" kata Tora sambil cengar cengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sekalian modus minta dibelikan berharap Adrian peka. Akhirnya mereka berdua pun pergi mencari tempat yang berjualan seblak dan nasi padang tadi. Setelah selesai berbelanja mereka kembali lagi ke Aston Hotel. Tora begitu senang karena hari ini bosnya benar-benar sedang dalam suasana yang bahagia sehingga begitu banyak membelikan dia makanan untuk dia bawa pulang berjumpa dengan keluarga kecil kesayangan Tora. "Tora, kamu boleh pulang. Nanti kalau saya perlu kamu saya akan hubungi kamu lagi" kata Adrian dan diangguki oleh Tora. Adrian pun melangkah kakinya kembali ke kamar dimana Kanaya sedang berada. Namun tidak ada Kanaya di dalam tersebut, Adrian sudah berpikiran yang aneh-aneh dan sudah ingin emosi. Namun seketika reda saat Kanaya keluar dari kamar mandi. "Mana roti tawarnya? " kata Kanaya kepada Adrian, dia pun langsung memberikan dua buah kantong plastik belanjaan yang baru saja dia beli. "Kok roti tawar yang ini sih" kata Kanaya. "Salah ya. Terus roti tawar yang mau dari merk apa? Ini yang paling mahal lho rotinya" ucap Adrian penuh banggan karena merasa membelikan makanan yang terbaik untuk istrinya. "Bukan roti tawar ini maksudku, tapi itu.. . . " kata Kanaya ragu-ragu. "Roti yang seperti apa yang kamu mau? " tanya Adrian mendekatkan dirinya ke arah Kanaya. Kanaya tampak sedikit ragu dan melangkah mundur. "Kenapa kamu hanya meminta roti tawar? Apa kamu tidak minta sama sosisnya sekalian? " kata Adrian yang mulai menggoda Kanaya. "Ehm... Itu. Aku lagi haid" ujar Kanaya. Langsung membuat Adrian terdiam membisu. "Roti tawar yang aku maksud tadi itu pembalut bukan roti ini" ucap Kanaya malu-malu. Adrian pun tak bisa berkata-kata apapun lagi. Dia nampak sedikit kesal merasa dipermainkan Kanaya. "Jangan-jangan kamu bohong lagi kalau kamu lagi haid" tuduh Adrian ke Kanaya. "Mana ada. Seriusan, makanya tadi aku nggak shalat. Terimakasih ya sudah dibelikan mukena" kata Kanaya lembut mencoba untuk tidak membuat Adrian marah. "Ya sudah aku akan menyuruh seseorang membelikan pembalut buat kamu" kata Adrian. Dia pun langsung menghubungi kembali Amanda untuk membelikan pembalut buat Kanaya. Sekitar lima belas menit pesanan Adrian pun datang, dia pun langsung memberikannya kepada Kanaya. Kanaya pun pergi berjalan menuju ke kamar mandi. Setelah itu dia kemudian menghampiri ke arah Adrian. "Maaf ya. Aku belum bisa menjalankan kewajibanku sebagai istrimu" kata Kanaya yang duduk di sebelah Adrian. Adrian bisa merasakan kalau ucapan Kanaya terdengar jujur dan tulus "Iya tidak apa-apa. Masih ada dilain waktukan" kata Adrian menatap Kanaya. Dia pun mengangguki ucapan Adrian. Adrian membelai lembut wajah cantik Kanaya yang bersih tanpa polesan apapaun. Dia benar-benar terpana dengan kecantikan yang dimiliki oleh Kanaya. Sungguh seperti bidadari yang turun dari langit. Adrian pun mencoba mendekatkan bibirnya ke arah bibir Kanaya. Tak ada perlawanan seperti sebelumnya Kanaya diam dan membiarkan Adrian mendaratkan sebuah ciuman dibibirnya. Lembut, itulah yang dirasakan oleh Adrian saat mencium bibir Kanaya. "Boleh tidak kalau hanya bermain-main dibagian atas tubuhmu? " Kata Adrian yang sudah merasakan nafsu birahi untuk menjamahi tubuh istrinya itu. "Nanti kalau kamu pengen gimana? Aku kan nggak boleh dipake? " kata Kanaya dengan nada polos. Adrian dapat melihat dari tatapan mata Kanaya, sebenarnya dia adalah wanita yang polos namun bertopeng menjadi wanita yang galak. Dia merasa berhasil membuat Kanaya tersipu malu saat memandanginya. "Akan aku tahan sampai kamu selesai haid. Aku hanya ingin bermesraan dengan istriku saja" ungkap Adrian untuk pertama kalinya menyebut Kanaya sebagai istrinya dan membelai lembut pipi Kanaya. "Mungkin pernikahan kita tidak dilandaskan cinta dan sayang. Tapi tidak salahnya kan kita mencoba untuk saling mengenal. Cinta tidak mungkin datang dengan sendirinya tanpa saling mengenal satu sama lain" ujar Adrian menatap dalam kepada Kanaya. "Apakah kamu serius ingin berumah tangga denganku? " tanya Kanaya serius kepada Adrian. "Aku tidak ingin mempermainkan sebuah ikatan pernikahan" kata Adrian. "Namun aku ingin merahasiakan pernikahan kita dulu dari keluargaku. Disaat yang tepat aku akan membawamu ke orangtuaku" kata Adrian dan Kanaya pun mengangguk menyetujui karena dia juga merasa belum siap jika sekarang bertemu dengan orang tua Adrian. Apalagi dengan statusnya sebagai janda, dia tidak yakin kalau orang tua Adrian akan menerima dirinya dengan mudah tidak seperti orang tuanya dengan penuh suka cita menerima kehadiran Adrian nanti dikeluarganya. Dengan lembut Adrian mencium kening Kanaya dan memeluknya dengan hangat dalam tubuhnya. Untuk pertama kalinya Adrian merasa sangat bahagia bersama dengan seorang wanita. Dia merasa kalau dirinya sudah membuka hatinya untuk Kanaya. Kanaya pun merasakan hal yang sama, walaupun Adrian terkesan menjengkelkan. Tapi dia merasa tenang, nyaman dan aman ketika berada dalam pelukan Adrian. "Aku harap pernikahan ini akan menjadi pernikahan terakhirku" ucap Kanaya dalam hatinya. "Tadi kamu membelikan aku seblak dan nasi padang kan. Kita makan sama-sama yuk" ajak Kanaya yang sudah mulai lembut kepada Adrian. "Aku tidak terlalu suka makanan pedas" ujar Adrian. "Kamu saja yang makan. Aku membelikannya buat kamu. Special untuk istriku tercinta dan tercantik didunia"kata Adrian menggoda. " Uuuhh... Sweet banget sih tapi gombal"kata Kanaya memuji Adrian sekaligus meledeknya. Sekarang hubungan mereka sudah tidak terlalu menegang atau pun memanas. Entah sejak kapan keduanya sudah bisa saling membuka diri satu sama lain. Mereka pun menghabiskan waktu sore mereka dengan menikmati cemilan yang dibeli oleh Adrian sambil menonton film di dalam kamar. Bulan madu tipi-tipis lah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN