Dirga terlihat ragu, dia tidak menjawab. Hingga membuat Jasmin harus mengulangi pertanyaannya. "Haruskah aku menghubunginya untukmu, Dirga?" Dirga memutar pergelangan tangannya, menatap arloji yang selalu melingkar di tangannya. Kecuali saat tidur dan mandi, maka dia akan melepaskannya. Tidak ada alasan khusus, Dirga hanya merasa nyaman saja jika menggunakan arloji. "Masih terlalu pagi di Jakarta, langit juga masih gelap," kata Dirga setelah menghitung mundur perbedaan waktu antara Paris dan Jakarta. Jasmin sudah mengambil ponselnya dari atas meja. Bersiap untuk menghubungi Violetta, sampai Dirga mencegahnya dan berkata, "Jangan mengganggu tidurnya." Sudut alis Jasmin terangkat ke atas, matanya menatap Dirga seraya tersenyum tipis. "Kata siapa dia tidur?" Lalu kembali menekan nomor k

