Kampus Dina memasuki ruangan kelasnya, ia duduk disalah satu tempat duduk yang kosong. “Dina......!!! Teriak Maria dari arah belakang ruangan, dengan suara khas melengkingnya. “Apaan sih Mar, suaramu buat sakit telingaku, tahu!” Dengkus Dina saat Maria sudah berada di hadapannya. “Kamu sih, semalaman aku telfonin gak kamu angkat. Ngapain aja sih?” Ucap Maria kesal, karena Dina tidak merespon panggilannya dan Dina tidak merasa bersalah. “Masasih? Kok aku gak ada denger nada panggilannya.” Ucap Dina sambil mengambil Handphonenya di dalam tas yang ia bawa. “Astaga... maaf Mar, ternyata Handphone ku d silent” Dina tersenyum manis sambil memasang muka imutnya dihadapan Mariah. “Iddihh, muka mu buat enek tau gak, gak usa d buat kaya gitu, amit-amit dah” Maria mentoyor jidat Dina. Ia kesel sa

