Cuaca siang ini serasa panas, seperti hati Dina yang lebih panas dari teriknya matahari. Bagaimana tidak, tanpa ia sengaja, ia melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit, marah dan kalau bisa rasanya dia ingin menjabak itu rambut si ulat bulu betina. Seenaknya datang, pegang-pegang tangan suaminya. Hatinya teriris sakit, sesakit luka yang diberi perasan air lemo. Moodnya tiba-tiba berubah. Membuat ia ingin segera pulang. “Mar, aku balik duluan ya, ntar izinin aku ke ibu Siti, ya! Gerah mau berendam, aku.” Dina langsung berlalu kearah luar kampus, ia sengaja melewati dua orang lawan jenis yang asik mengobrol d dekat gerbang masuk. Sengaja dia berjalan menghentakkan kaki saat berada di dekat dua orang berlawanan jenis tersebut. “Dekat-dekat aja terooosssss!! Nempel aja terosss!!” ucap Di

