“Ini yang limitid edition di toko Semar itukan?” tanya Dina takjub, ia tidak menyangka jika barang impiannya ada didepan matanya. Selama ini ia menginginkan barang ini, tapi rasanya sulit karena harganya sangatlah luar biasa. Dia berharap bisa menjadi endorser berlian tersebut. Tapi siapa sangka, dia bisa memilikinya dengan Cuma-Cuma. ‘Oups... tunggu dulu, nih maksud si bapak tua apa ya? Atau jangan-jangan ada udang di balik bakwaan. Mana mungkin dia mau rela beli barang semahal ini untukku hanya Cuma-Cuma, pasti ada maunya!’ Batin Dina dan melirik sinis kehadapan Azzam. “kenapa? Kok lihatinnya gitu? Kamu gak suka? Atau modelnya kolot ya? Atau mau ganti yang lain?” Azzam melihat perubahan wajah Dina yang tidak enek, dia menyangka pilihannya tidak sesuai dengan keinginnya. Padahal dia sud

