Ujian Hidup

1077 Kata

Dina yang mendengar dari balik selimutpun langsung memakai bajunya, ia buru-buru menghampiri suaminya diambang pintu kamarnya. “Papa kenapa, bi? “Itu non, tadi pas bibi antar makan siang buat bapak, bibi liat bapak pingsan di kamarnya. Terus bibi suruh mang Ojin langsung bawa Bapak ke rumah sakit.” “Papa pingsang? Papa sakit, bi? Mas, Papa, mas. Ayo kita susul papa, mas!” “kamu tenang ya sayang, jangan panik. Iya, kita susul papa sekarang.” “Makasih ya bi, kami jalan dulu.” Merekapun keluar dari kamar dengan jalan tergesa-gesa. Ada sedikit rasa pening di rasakan Azzam, efek hormon stresnya tidak bisa disalurkan. Tapi, saat ini ada yang lebih penting dari itu batinnya. “Kita bawa motor aja, ya. Kalau mobil ntar kejebak macet. Kamu gak masalahkan, sayang?” Azzam memasangkan helem di k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN