Dua hari setelah pertengkaran dan juga pengakuan mengejutkan Alvaro malam itu, Andin masih merasa canggung tiap kali berhadapan dengan cowok itu. Sebisa mungkin ia berusaha untuk menghindari Alvaro. Meskipun pada akhirnya ia tetap tak bisa menghindari Alvaro, karena cowok itu memaksa untuk berangkat kuliah bersama. "Lo sampe kapan mau diemin gue terus, Ndin? Ini udah dua hari loh." Ucap Alvaro ketika lampu merah. Ia menoleh pada Andin yang lebih memilih untuk menatap keluar jendela dari pada menatap wajah Alvaro. "Nggak usah berisik. Mending nyetir yang bener!" Alvaro menghela nafas panjang. Cowok itu kembali menatap ke depan dan menjalankan mobilnya saat lampu lalu lintas berubah hijau. "Kasih tahu gue, apa yang harus gue lakuin biar lo nggak marah lagi, Ndin?" "Gue nggak marah." "

