Dengan nafas yang terengah-engah, Andin tetap memaksakan langkahnya menyusuri lorong apartemen. Ketika sampai di depan pintu apartemen, ia pun membuka pintu itu dengan kencang. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari Alvaro. "Al?" Panggilnya saat tak menemukan Alvaro. "Gue disini, Ndin." Alvaro yang tengah berbaring di sofa, mengangkat tangannya agar Andin mengetahui keberadaannya. Andin segera mendekat setelah menutup pintu. Ia berdiri disamping sofa. "Al lo nggak ap--ya ampun!" Ia membelalak kaget ketika melihat keadaan Alvaro. "Al lo kenapa?!" Alvaro mencoba untuk duduk sambil meringis pelan. "Duduk dulu kali, Ndin." Ia menarik tangan Andin pelan, menyuruh cewek itu untuk duduk disebelahnya. "Lo kenapa sih? Kok bisa luka semua gini?" Ia mengamati Alvaro dan menemukan pelipis cow

