Ternyata efek yang ditimbulkan kecelakaan Alvaro kemarin baru dirasakan pagi ini. Ketika membuka mata tadi, cowok itu mengernyit saat tubuhnya terasa seperti habis diremukan. Ia bahkan meringis saat hendak bangun dari tempat tidur. "Andin..." Panggilnya. Ia mencoba lagi untuk bangun. Dengan menahan sakit, akhirnya ia berhasil turun dari ranjang. Perlahan Alvaro melangkah keluar kamarnya. Ia kemudian berdiri di depan kamar Andin, mengetuk pintu kamar itu dengan pelan. "Andin..." Pintu kamar Andin terbuka. Cewek itu membelalak saat tiba-tiba Alvaro memeluknya. "Al lo kenapa?" "Badan gue sakit semua, Ndin." Andin mengurai pelukan. Ia kembali dibuat terkejut melihat betapa pucatnya wajah Alvaro, bahkan ada beberapa titik keringat yang keluar. "Ya ampun, Al." Ia menuntun Alvaro ke dalam ka

