Ancaman dari ku membuat dia bergeming. Aku aku sangat paham. Pasti dia memendam amarah dan ingin segera membalas diriku. Aku tidak akan pernah takut. Siapa pun tidak akan pernah bisa membuat aku hancur lagi. Dulu aku sangat polos dan merasa terhina karena bawaan cacat ini. Ternyata aku memang dilahirkan dengan sangat baik. Seharusnya aku berterima kasih kepada orang tuaku. Aku memiliki kemampuan yang luar biasa. Walaupun ada kelemahan dari dalam diriku. Aku tidak akan pernah berdebat denganmu lagi. Sekarang lebih baik kau pergi saja jangan pernah membuat keributan, karena kau akan memiliki banyak musuh di sini. Sekali lagi kau menyerangku dengan memberikan makanan yang tidak layak untuk pasienku, aku benar-benar akan membuatmu celaka. Aku membiarkannya pergi begitu saja. Semoga saja perk

