Aku keluar dari kamar itu. Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak. Aku berjalan saja dan menjauh. Apalagi sang manajer melihatku dengan aneh. Rasanya ekspresi yang dia perlihatkan itu berbeda dari biasanya. "Dokter, ini laporan yang harus Anda tanda tangani." Suster menyodorkan berkas. Aku segera menerima dan menorehkan tintaku di bagian bawah kemudian menuliskan namaku. Suster itu tersenyum saat aku kembali mengembalikan berkas itu. Tubuhku sangat lelah. Aku memutuskan untuk beristirahat. Namun, ponselku berbunyi. Pesan dari Dokter Alberth segera aku baca. Senyuman terlihat jelas di wajahku. Dokter Alberth sudah mengurus semua dokumen yang menyatakan aku harus berada di rumah sakit ini. Dokter selalu saja membantuku. Entah bagaimana aku bisa mengucapkan terima kasih untuknya. Aku j

