Mulai Terbongkar

1101 Kata
Apakah kau akan bertemu dengan dokter itu? Aku sangat membutuhkannya. Aku harus membicarakan sesuatu. Aku punya uang dan aku akan membayarnya. "Aku memang akan menemui dokter itu setelah ini. Tapi ... paling tidak aku selesaikan dulu berkas-berkas ini. Kau ... harus menunggu." Rey menghampiriku yang sangat kebingungan ini. "Midas. Apa yang dikatakan pengacara ini benar. Paling tidak kau tunggulah. Jangan membuatnya panik." Bagaimana aku bisa tenang. Aku ingin sekali bertemu dengannya dan nenanyakan semuanya. Aku hanya ingin kembali ke universitas itu. Baiklah, maafkan aku. "Midas. Dia akan membantu kita. Dan ... kau tenanglah. Jangan seperti itu. Bukankah kau akan membantu kita?" tanya Roy membuat pengacara itu menganggukkan kepala. "Aku akan memeriksa berkas ini, dan kalian tunggullah. Dia pasti datang. Tapi ... aku ingin Roy menepati janjimu." "Tentu saja aku akan menepatinya," jawab Roy membuatnya tersenyum. Dia memeriksa semua berkas dengan seksama. Aku menunggunya dengan cemas. Apalagi diriku menunggu kehadiran Dokter Alberth. Aku ingin menemuinya. Aku juga tidak tahu kenapa dokter itu datang. Yang terpenting aku harus menemui dokter itu. Aku harus menanyakan bagaimana posisiku untuk di universitas itu. Waktu berjalan cukup singkat. Sebuah panggilan sudah dilakukan membuat pengacara wanita itu terperanjat. Pasti karena sang dokter sudah datang. Aku merasa lega saat mendengar dia mengatakan nama Dokter Alberth. Tanpa berbasa-basi aku keluar dan mencarinya dengan sangat kebingungan. "Midas, kau harus menahan diri sebentar saja. Kita akan menemui dokter itu. Tapi bukan begitu caranya," Rey mengikutiku. Dia menarik lenganku, menghentikan langkahku. Aku tahu. Tapi aku membutuhkannya. Pengacara itu sudah nenyelesaikan semua berkas itu. Yah, dokumenmu sudah diselesaikan dengan baik. Kau jangan mencegah. Aku hanya ingin menemui dokter itu dan aku harus mencarinya dan tak akan aku biarkan dia pergi. Kali ini dia akan menjelaskan sesuatu kepadaku. Bahkan ia juga mengetahui bagaimana kondisi Amelia. Apakah kau tidak ingn mengetahui  keadaannya? "Midas, kita akan menemui dokter itu bersama. Sekarang, kita akan keluar dan mencarinya," ucap Rey kemudian. Dia akhirnya mau menurutiku. Sementara Roy masih berbicara dengan pengacara itu. Aku segera keluar dari ruangan dan mencari Dokter Alberth. Dan ... ternyata aku menemukannya. Aku segera berlari menuju ke arahnya dan berdiri tepat di hadapannya. Aku merasa lega karena aku benar-benar menemukan dokter itu. "Midas, ternyata kau ada di sini. Kebetulan aku mencarimu kemana-mana. Sebaiknya kita membicarakan sesuatu." Ada urusan apa dokter datang ke kantor pengacara? Apakah Anda membantu seseorang untuk menyelesaikan sesuatu masalah? Aku tidak ingin mengetahui hal itu. Tapi, aku melihat Anda bersama dengan seorang wanita dan dia adalah suaminya. Dokter Alberth mengamati Rey dengan saksama dari atas sampai bawah. Dia menganggukkan kepalanya dan sepertinya dia sudah mengetahui jika Rey adalah suami dari Amelia. "Aku nggak tahu dia siapa. Tapi, dia adalah suami dari wanita yang sudah Bram siksa itu." Jawaban dokter yang membuat kami terperanjat. Aku sama sekali tidak menyangka Bram akan menyiksa Amelia? Rey memegang kepalanya. Dia sangat panik. "Apakah lelaki itu menyiksa Amelia? Bagaimana itu bisa terjadi? Dokter, apa yang terjadi. Aku ingin penjelasan." "Baiklah. Aku akan menunda pertemuan dengan pengacara. Aku akan menemui kalian di luar." Dokter berjalan keluar ruangan. Kami mengikutinya. Dia menatap kami dengan tatapan aneh. Apalagi napasnya terdengar cukup keras. Aku sangat kawatir akan mendapatkan kabar buruk darinya. "Dokter apakah yang ingin kau sampaikan. Aku mantan suami wanita itu. Apa dia sakit parah?" tanya Rey cemas. Aku tahu dia sebenarnya masih mencintai Amelia. Aku berharap Amelia berubah dan dia bisa kembali bersama dengan Rey. Dokter, kami hanya ingin mengetahui semuanya. Terlebih aku. Yah, dokter tahu sendiri. Aku ingin sekali kembali ke universitas itu. Semua pihak membuatku terusir. Kami sangat membutuhkan Anda. Dokter Alberth kembali menarik napas panjang. Dia pasti mengalami suatu hal yang sangat buruk. Pasti ada hubungannya dengan Bram. "Bram adalah keponakanku satu-satunya. Dia melakukan hal sangat buruk. Aku pernah menakut-nakutinya dengan mengatakan akan mencoret nama dia di ahli waris semuanya. Ternyata dia marah, dan menemukan sosok Amelia yang menjadi korbannya. Aku cemas, dia melakukan semua dokumen palsu itu. Sekarang dia buronan polisi. Aku hanya mau menemui pengacara dan meminta untuk menolongnya di pengadilan." Rey masih tidak mengerti. Dia yang menemukan dokumen itu. Tetapi, kenapa Bram malah menjadi buronan? "Dokter, aku baru saja memeriksa semua dokumen. Apakah Amelia melaporkannya sendiri?" tanya Rey dengan tegang. "Yah. Amelia yang melaporkannya. Dia datang kepadaku. Menceritakan semua. Bram mengancam akan menghabisinya. Makanya aku menyembunyikannya dan menghilang sementara waktu." Kini aku tahu jawabannya. Ternyata memang Bram adalah biang kerok dari semuanya. Namun, aku lega. Masalah ini akan selesai. Aku akan melanjutkan untuk melakukan kuliah di universitas itu. "Midas. Maafkan aku sudah membuatmu keluar. Aku akan membawamu kembali ke sana secepatnya setelah urusan Bram selesai. Nama universitas akan jelek jika Bram melakukan ini. Dia juga melakukan pembohongan publik yang sangat buruk. Aku harus mencarinya. Dia menghilang entah ke mana." Dokter. Aku akan mencarinya. Aku tahu keberadaan Bram. Dia pasti berada di rumah petarung wanita itu. Tidak ada tempat lain lagi baginya. "Petarung wanita?" Rey sangat terkejut. Namun, tidak dengan dokter. Dia seperti biasa. Hanya menarik napas panjang saja. "Kau bisa membantuku mencarinya? Menemukan Bram akan lebih baik. Aku bisa dengan cepat kembali ke universitas itu, dan kau bisa kembali ke sana. Kau tahu sendiri, Midas. Semua pihak sudah termakan omongan Bram tentang dirimu. Tentu saja ... aku harus menyelesaikan ini agar kau, juga bisa kembali ke sana. Walaupun aku pemiliknya, tapi ada beberapa pihak yang sangat berpengaruh dalam pembangunan. Namamu harus benar-benar baik." Penjelasan dokter membuatku tercengang. Tidak aku sangka Bram melakukan hal sampai sejauh ini. Dia benar-benar sangat kurang ajar! Aku akan mencarinya, dan segera menghabisinya. Aku akan membuat dia merasakan akibatnya! Dokter, aku akan membawa Bram secepatnya. Rey dan Roy akan membantuku. Rey masih diam. Dia sepertinya sangat kawatir dengan Amelia. "Dokter. Amelia sakit apa?" tanyanya cemas. "Jangan kawatir. Dia hanya mengalami depresi yang sangat luar biasa. Tapi, dia selalu memanggil nama Putri saat tertidur. Aku sedikit mengoperasinya. Dia mengalami penyumbatan di usus karena terlalu makan ... kau tahulah bagaimana orang depresi. Tapi, aku sekarang membawanya di tempat yang sangat aman." Rey menekan jantungnya. Dia sepertinya lega. Aku yakin Rey akan menerima Amelia kembali. Rey, aku akan membantumu mencari lelaki kurang ajar itu. Kita akan menangkapnya, dan menyerahkan ke pihak berwajib. Kita akan membuat dia merasakan akibatnya. Kau percayalah kepadaku. "Midas. Kau sebaiknya hati-hati. Dia berteman dengan semua mafia di kota ini. Baiklah, cepat lakukan. Bawa Bram segera. Kita tidak memiliki banyak waktu. Dan ... aku tidak sabar untuk membawamu kembali ke universitas." Aku akan segera membawa Bram, dokter. Aku akan memberinya pelajaran. Rey, kita akan mencarinya sekarang juga, dan kau sebaiknya mempersiapkan dirimu. Ini akan sangat membahayakan kita. Aku tahu bagaimana perkumpulan Bram. "Dia ada di klub seperti biasanya, dan ini alamatnya." Roy bersama pengacara wanita itu keluar, mendekati kami.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN