Bab 23

2294 Kata

Aku melongo tidak percaya dengan tindakan Dafa yang sedang berada di hadapanku ini. Kekasihku itu mendatangi rumah pukul lima pagi dengan cengiran lebar tanpa dosa. Rindu katanya. Aku lalu hanya bisa menggelengkan kepala tidak habis pikir. “Kamu otw jam berapa sampe jam segini udah berdiri sambil nyengir di depan rumahku kayak gini?” tanyaku kepada Dafa sambil menyingkir ke samping guna mempersilahkan Dafa untuk masuk. “Habis subuhan aku langsung ke sini.” jawabnya yang sekarang sudah terduduk di sofa ruang tamu. Untung saja aku juga terbangun saat adzan subuh tadi, jadi setelah sholat aku masih terjaga saat Dafa menelpon. “Mama Papa kamu mana?” Aku menguap sebentar lalu menjawab, “Di kamar. Kita sekeluarga jarang ngelakuin sholat berjamaah. Jadi, kalo sholat ya di kamar masing-masi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN