Bab 24

1984 Kata

Bab 24 “Peluk lagi, dong, Ret.” ujar Dafa sambil melebarkan kedua tangannya untuk menangkapku ke dalam pelukannya. “Seriously?! Kita udah pelukan 5 kali, Daf.” protesku kepada Dafa yang masih menampakkan wajah cemberut. “I know, tapi kan kita bakal nggak ketemu dua minggu.” Duh, kenapa Dafa jadi seperti ini. “Inget, Bang, ada gue, adek lo, di belakang Abang.” kata Gendra yang tampak jengah melihat kelakuan kakaknya. Aku meringis saat mendengarnya dan mencubit perut Dafa sebal. “Untung cuma Gendra yang nganter. Coba semua keluarga kamu ikut, stok maluku abis kali.” “Oh c’mon. Kita udah jarang banget ketemu gara gara berkas-berkas laknat di ruanganku itu. Terus sekarang aku mau pergi ke Ausie dua minggu. Masak kamu nggak kangen sama aku?” “God, I do. I do miss you, tapi nggak harus me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN