Yudha melangkahkan kakinya ke arah pintu masuk ruangan kelas yang menjadi tempatnya belajar hari ini namun sebelum ia masuk kelas ternyata sang dosen wanita lebih dulu masuk kelas dan kini semua tatapan dari mahasiswi dan mahasiwa lainya segera menatap lekat ke arah Yudha yang kini baru saja berdiri di depan pintu masuk.
"Siapa nama mu?" Tanya sang dosen wanita itu cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Yudha Ananda, Bu." Ucap Yudha cepat dengan wajah tertunduk bersalahnya itu.
"Kau tau Yudha kau telat berapa menit?" Tanya Bu dosen itu cepat dengan tatapan kedua matanya yang menatap intens ke arah Yudha itu.
Yudha dengan segera menatap jam tangannya dan benar saja kini ia masih memiliki waktu 3 menit sebelum jam pelajaran di tentukan di pengumuman grub kelas tadi.
"Bu, jam mata pelajarnyakan jam 11 siang dan ini baru jam 10:57 berarti saya tidak datang terlambat." Ucap Yudha membenarkan dirinya yang memang jika dihitung dari awal menit ia datang Yudha sama sekali tak terlambat.
"Ohh begitu ya? Silahkan cari tempat duduk mu selepas jam kuliah selesai kamu harus ke ruangan saya." Ucap Bu dosen itu cepat dengan nada suara terdengar seriusnya itu.
"Baik, Bu." Ucap Yudha cepat segera berjalan ke arah tempat duduk yang masih kosong untuk ia tempati itu.
Satu jam pelajaran tentang ekonomi kini telah usai, Yudha mau tidak mau pun terus berjalan mengikuti langkah kaki sang dosen wanita menuju ke ruangannya itu.
"Masuk," Ucap Bu dosen wanita itu cepat dengan nada suara terdengar seriusnya itu dan memerintah.
"Assalamualaikum," Ucap Yudha cepat segera melangkah memasuki ruangan sang Bu dosen wanita itu.
Setelah Bu dosen itu duduk di kursinya kini dengan cepat ia menyuruh Yudha untuk duduk di kursi depan yang berhadapan langsung dengannya.
"Kamu tau apa kesalahan kamu?" Tanya Bu dosen itu cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
Yudha menganggukan kepalanya dengan cepat dan berkata "Saya tau Bu, saya datang hampir terlambat." Ucap Yudha cepat dengan wajah tertunduk bersalahnya itu.
"Kenapa kamu datang terlambat di kelas saya Yudha? Ada niatan datang terlambat atau hampir jam masuk pelajaran saya?" Tanya Bu dosen itu cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Tidak, Bu.. tadi sewaktu di jalan saya hampir mengalami kecelakaan dan pas di depan pakiran motor saa bertemu dengan teman saya, jadi kami berdua." Ucap Yudha terhenti seketika saat Bu dosen itu berbicara kembali.
"Jadi kamu dan teman mu keasyikan mengobrol sampai lupa jam masuk pelajaran saya? Dan mana lukanya kalau kamu memang tadi mengalami kecelakaan? Jangan membohongi saya!" Ucap Bu dosen itu cepat dengan wajah terlihat tak percaya dan marahnya itu.
"Saya hampir kecelakaan Bu, bukan kecelakaan! Ada mobil yang menyelip motor saya dan untungnya saya tidak terluka sama sekali, dan mengenai percakapan saya dengan teman saya itu hanya sebentar walau saya tak bisa menjadikan semua ini sebagai pembelaan namun saya sama sekali tak ada niatan untuk datang terlambat di jam pelajaran Ibu." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu.
Terlihat Bu dosen itu menghela napasnya dengan berat dan segera berkata "Saya sebenernya melakukan semua ini untuk pencegahan agar mahasiswa dan mahasiswi lainya yang mungkin akan menganggap enteng terlambat masuk karna berbagai asalan yang mereka coba buat-buat itu." Ucap Bu dosen itu cepat dengan wajah seriusnya itu.
"Tapi tidak dengan saya Bu, saya benar-benar mengalami itu semua dan saya tak ada niatan untuk datang terlambat di kelas Ibu." Ucap Yudha cepat bekata jujur apa adanya.
"Kalau begitu saya akan memaafkan keterlambatan mu tadi, tapi dengan satu syarat jika ada yang bertanya misalnya mahasiswa dan mahasiswi lainya kau harus berkata kalau kau di marahi habis-habisan oleh Ibu ya? Ibu, melakukan ini untuk kebaikan universitas dan para mahasiswa atau mahasiswi lainya di kampus ini." Ucap Bu dosen itu cepat dengan wajah seriusnya itu.
"Baik, Bu.. kalau begitu apakah saya boleh keluar dari ruangan ini?" Tanya Yudha cepat dengan wajah bingungnya itu.
"Tidak, tunggu dulu selama 30 menit ini di ruangan saya baru kamu boleh pergi dan tolong juga bantu Ibu cek semua perkerjaan rumah mahasiswa dan mahasiswi lainya ini." Ucap Bu dosen itu cepat segera meminta Yudha untuk membantunya mengoreksi perkerjaan rumah para mahasiswa dan mahasiswi lainya itu.
"Baik, Bu." Ucap Yudha cepat dan mulai membantu Bu dosen itu untuk mengkoreksi perkerjaan rumah mahasiswa dan mahasiswi lainya itu.
Setelah setengah jam berlalu kini Yudha sudah keluar dari ruangan dosen wanita itu, dan setengah jam itu Yudha manfaatkan untuk bertanya dan menambah ilmu pengetahuannya pada Bu dosen tentang jurusan ekonomi yang kini sedang ia pelajari itu.
Banyak mahasiwa dan mahasiswi lainya yang menatap Yudha dengan pandangan kasihan mereka setelah mereka tau bahwa Yudha baru saja keluar dari ruangan dosen tergalak peringkat ke 3 di universitas Negeri Jakarta itu.
"Yang sabar ya sob." Ucap salah seorang mahasiswa satu jurusan yang sama dengan Yudha itu.
Yudha yang tak mengerti akan maksud mereka pun hanya bisa tersenyum kecil menanggapi ucapan mereka semua, langkah kaki seseorang wanita sontak saja terus berjalan ke arah Yudha yang mana membuat Yudha segera menoleh ke belakang untuk tau darimana kah suara langkah kaki itu.
"Alya?" Gumam Yudha lirih dengan wajah bingungnya itu.
"Yudha!" Panggil Alya cepat dengan suara keras dan wajah khawatirnya itu.
Sesampainya Alya di hadapan Yudha sontak saja Yudha segera berkata "Alya, kenapa lari-lari seperti itu? Itukan sangat berbahaya." Ucap Yudha cepat segera menasehati Alya untuk tak berlari dengan begitu kencang saat di dalam koridor kampus.
"Aku dengar kamu abis dari ruangan dosen Bu Mita tadi, bener begitu Yudha?" Tanya Alya cepat dengan wajah terlihat letihnya itu karna sejak tadi ia langsung berlari mencari Yudha setelah mendapatkan kabar yang menyebar begitu cepat itu.
Yudha yang jujur sontak menganggukan kepalanya dengan cepat menjawab pertanyaan dari Alya itu namun sesaat kemudian Alya segera menarik lengan tangan Yudha untuk berjalan mengikuti langkah kakinya pergi ke suatu tempat itu.
"Ehh, kita mau kemana Alya?" Tanya Yudha cepat merasa bingung akan Alya yang kini sedang berjalan sembari menarik lengan tangan Yudha itu.
"Stt, diam dulu.. kau akan mengetahuinya nanti." Ucap Alya cepat dengan wajah seriusnya itu.
Deg.. Yudha tak kuasa menahan rasa bahagianya saat melihat tangan Alya yang menggenggam erat lengan tangan itu membuat jantung Yudha berdebar dengan hebat yang mana membuatnya tersenyum lebar di sepanjang langkah kakinya.
Di sebuah taman yang dekat parkiran motor kini Alya baru saja melepaskan genggaman tanganya itu dan menatap lekat ke arah Yudha yang mana membuat Yudha sontak tersipu malu di buatnya.
"Katakan sekarang!" Ucap Alya cepat dengan wajah terlihat seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Ehh, katakan apa dan sekarang?" Tanya Yudha bingung menatap lekat ke arah Alya.
"Ya, katakanlah Yudha.. aku sudah mengetahui semuanya." Ucap Alya cepat dengan wajah seriusnya itu menatap intens ke arah Yudha.
"Semuanya?" Gumam Yudha cepat merasa terkejut akan ucapan Alya yang begitu mendadak seperti ini, dan apakah Alya sudah tau bahwa sebenarnya Yudha telah menyukai sejak awal pertemuan itu.
"Alya, aku.. aku tak bermaksud seperti itu," Ucapan Yudha terhenti saat Alya membuka suaranya kembali.
"Aku tau kau pasti merasa takut setelah keluar dari ruangan itu, Yudha.. aku mengerti perasaan mu itu." Ucap Alya cepat dengan wajah kasihanya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Ehh, ruangan?" Tanya Yudha cepat dengan wajah bingungnya itu.
"Ya! Ruangan dosen Bu Ritma." Ucap Alya cepat dengan menatap kasihan ke arah Yudha.
Deg.. jadi Alya ke sini untuk membicarakan tentang Bu dosen Ritma bukan tentang aku yang menyukainya? Yudha seketika tertawa kecil dan merasa lega karna ternyata Alya belum mengetahui perasaan Yudha yang sebenarnya itu.
Alya yang melihat Yudha tertawa pun menatap dengan pandangan anehnya yang mana membuat Yudha gemas dan mengusap lembut puncuk kepala Alya.