Yudha dengan cepat memberhentikan motornya di depan gedung futsal yang dimana kini Agas segera turun dari atas motor.
"Makasih ya, Dha." Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Yudha sebelum masuk ke dalam gedung futsal itu.
Setelah mengantar Agas, Yudha pun segera melajukan motornya kembali menuju ke arah kampus namun selang beberapa menit melajukan motornya dengan nyaris terjadi sebuah tabrakan yang mana sebuah mobil searah dengan Yudha hampir saja membuat motor Yudha oleng akibat pengemudi ugal-ugalan itu.
"Hey!" Teriak Yudha cepat meneriaki pengemudi mobil ugal-ugalan yang sedang berjalan di depan laju motor Yudha itu.
Tak berapa lama pengemudi mobil ugal-ugalan itu berhenti di pinggir jalan lalu ia segera keluar dari mobilnya dan menghampiri Yudha yang juga sudah turun dari motornya.
"Sorry, tadi terburu-buru dan motor metic milik mu terlihat kecil jadi saya sempat tak melihat kamu sedang mengemudi di depan mobil saya." Ucap sosok pria tampan itu cepat dengan nada suara terdengar serak itu segera meminta maaf pada Yudha.
"Ohh, saya kira anda pengemudi ugal-ugalan.. kalo kebenarnya seperti ini maka saya akan terima permintaan maaf anda." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Lagi pula saya tidak terluka, motor dan mobil kita berdua pun tak tergores dan rusak jadi saya rasa permintaan maaf anda sudah menyelesaikan masalah ini.. tapi, jika boleh saya berpesan maka sebaiknya seterburu-buru apa pun diri anda ingin pergi ke suatu tempat saya rasa mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan seperti itu tidaklah pantas dan membahayakan sekitaran pengemudi yang lainya." Ucap Yudha kembali berusaha menasehati sosok pria yang Yudha tebak umurnya tak beda jauh dengan dirinya.
Pengemudi ugal-ugalan itu sontak tersenyum tipis lalu tertawa lebar "Kau, apakah kau anak kuliah di Universitas Negeri Jakarta?" Tanya sosok pengemudi ugal-ugalan itu cepat dengan tatapan aneh ke arah Yudha.
"Ya, bagaimana anda bisa tau hal itu?" Tanya Yudha cepat merasa bingung akan sosok pria di hadapannya ini.
"Karna aku pun kuliah disana, dan jas almet yang kau pakai itu membuat ku lebih mudah untuk mengetahuinya." Ucap sosok pengemudi ugal-ugalan itu cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Nama ku, Vino Bramasta.. aku jurusan ekonomi bagaimana dengan mu?" Tanya Vino cepat si pengemudi mobil ugal-ugalan itu mantap lekat ke arah Yudha.
"Aku Yudha Ananda, jurusan ku sama seperti mu." Ucap Yudha cepat segera menjabat tangan Vino dengan wajah tersenyum ramahnya itu.
"Ohh, aku belum pernah bertemu dengan mu sebelumnya? Apa kau adik tingkat di jurusan ekonomi?" Tanya Vino cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Iya, benar.. saya baru saja masuk." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Ah, aku lupa! Aku harus segera masuk kelas, kalau begitu sampai jumpa lagi Yudha.. senang bisa berkenalan dengan dan maaf karna aku sempat membuat kita bertabrakan tadi." Ucap Vino cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Iya, senang juga bisa berkenalan." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
Mobil Vino pun segera berjalan dengan cepat yang mana membuat Yudha pun segera melajukan motornya segera menuju ke arah kampus yang sama dengan Vino, di sepanjang perjalan Yudha selalu memikirkan Alya yang mana membuatnya terkadang tersenyum kecil sendiri.
Sesampainya di kampus Yudha segera memarkirkan motornya dengan cepat di area pakir khusus sepedah motor.
"Yudha," Panggil seseorang dengan suara merdunya yang mana membuat Yudha seketika berpaling menatap ke arahnya.
"Alya," Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu menanggapi sapaan ramah dari Alya itu.
"Baru sampai?" Tanya Alya cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Iya, dan kamu? Kenapa di luar bukankah ada jam mata kuliah?" Tanya Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Eh, darimana kamu tau Yudha? Kalau aku ada jam mata kuliah." Tanya Alya cepat dengan lekat menatap serius ke arah Yudha.
"Dari seseorang yang sepertinya sekelas dengan mu tadi aku sempat bertemu dengannya di jalan dan ia bilang kalau ia sedang terburu-buru karna takut terlambat jam mata kuliahnya." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu tak bisa berhenti tersenyum saat di depanya ada sosok Alya yang selalu menghiasi hati dan pikiran Yudha.
"Ohh begitu ya, awalnya memang ada tapi sekarang tidak ada karna Dosennya sedang sibuk jadi jam mata kuliahnya di undur menjadi jam dua siang nanti." Ucap Alya ceoat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
Yudha dengan cepat melihat ke arah jam tanganya yang mana kini baru pukul 10 siang, Yudha yang teringat akan jam mata kuliahnya segera menatap serius ke arah Alya.
"Alya, apa bisa kita sambung lagi mengobrolnya? Karna sebentar lagi aku ada jam mata kuliah." Ucap Yudha cepat terluhat gusar dan panik.
Ekspresi Yudha yang seperti itu sontak membuat Alya tersenyum lebarnya dan tertawa geli, merasa gemas dan lucu akan Yudha dan tingkahnya itu.
Seketika raut wajah Alya berubah menjadi serius ia pun segera berkata "Tidak! Aku akan sibuk jika di waktu lain, Yudha." Ucap Alya cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha seolah-olah berkata kalau Yudha tidak akan lagi memiliki kesempatan untuk berbicara dengannya lagi.
"Apa? Tidak bisakah kita bertemu dan berbicara lagi? Karna aku sungguh-sungguh tak memiliki waktu lagi." Ucap Yudha cepat dengan wajah memelasnya itu.
Mendengar ucapan Yudha sontak saja membuat Alya tertawa kembali lalu berkata "Bagaimana bisa kau selucu ini, Yudha? Tentu saja kita bisa mengobrol lagi nanti." Ucap Alya cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Benarkah? Terimakasih banyak," Ucap Yudha cepat dengan wajah berseri kebahagianya itu tersenyum lebar yang semakin membuat Alya merasa gemas pada Yudha.
"Yasudah, sana pergi.. nanti telat dan ngga bisa ikut pelajaran loh." Ucap Alya cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
Yudha pun ikut tersenyum lebar lalu ia segera berkata "Sampai jumpa lagi, Alya." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Sampai jumpa lagi, Yudha." Balas Alya cepat dengan wajah tersenyum manisnya itu ke arah Yudha.
Yudha pun segera melangkah pergi menjauh dari Alya yang mana jujur di dalam hatinya kini ia merasa amat berat meninggalkan Alya yang sedang tersenyum manis ke arahnya itu, sungguh apakah Alya terbuat dari permen? Alya benar-benar manis dan membuat ku candu akan dirinya.
Sesudah punggung besar Yudha sudah tak terlihat lagi di pandangan mata Alya, dan tak begitu lama seorang pria segera berjalan mendekati Alya
"Huh, ternyata kau disini Alya?" Ucap Vino cepat dengan wajah terlihat kesalnya itu.
"Ya, Vino.. apa kau terlambat lagi?" Tanya Alya cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu ke arah Vino sang sahabatnya.
"Ya, sempat terjadi sesuatu di jalan tadi.. tapi kenapa dosen itu malah tiba-tiba mengundur jamnya? Benar-benar membuat ku kesal saja! Seharusnya ia mengumumkan hal itu lebih awal dan tak mendadak seperti ini." Oceh Vino cepat dengan wajah terlihat kesalnya itu.
Alya menepuk punggung Vino dengan cukup pelan dan lembut, Alya pun segera berkata "Makannya lain kali, datang lebih awal di lain waktu ya." Ucap Alya cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.