Yudha memikirkan motor di halaman depan rumah kosannya itu. Ia segera melepaskan helmnya baru setelah itu ia melangkah masuk ke dalam rumah kosan yang dimana di ruang tamu yang juga di jadikan ruang tv itu kini Agas tengah menonton asik sambil terduduk di sofa.
"Assalamualaikum," Ucap Yudha cepat mengucap salam sebelum ia masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam, sudah pulang Dha?" Tanya Agas cepat sembari menjawab salam dari Yudha itu.
Yudha menganggukan kepalanya dengan cepat tanda mengiyakan ucapan Agas itu lalu Yudha pun ikut duduk di ruang tamu terlebih dahulu di salah satu sofa di dekat Agas.
"Aku akan meneraktir kalian berdua, silahkan pilih menu makanannya." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Wih, ada apa nih? Acara spesial karna telah berteman dengan wanita yang kau sukai, Dha?" Tanya Agas cepat dengan wajah tersenyum jahilnya itu.
Yudha menggelengkan kepalanya dengan cepat dan segera berkata "Aku akan menjadi kasir di restoran tempat ku berkerja, Agas.. selama 4 bulan aku akan menggantikan kasir yang sebelumnya cuti melahirkan, karna itu aku ingin merayakan hal bahagia ini." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Tentunya harus makanya yang di bawah 20 ribu dan minumnya adalah kopi yang akan ku buatkan di kosan ini saja." Ucap Yudha kembali dengan wajah tersenyum canggungnya itu.
Agas sontak tertawa kecil lalu ia berkata "Ini baru Yudha yang ku kenal, selalu menghemat." Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Ya, hahaha." Ucap Yudha cepat mengiyakan lalu ikut tertawa kecil bersama dengan Agas.
Setelah acara makan syukuran kemarin makan dengan nasi goreng Pak Makmur dan segelas kopi seduh sendiri. Kini pagi hari terasa begitu membahagiakan bagi Yudha, dengan segera Yudha turun dari atas kasurnya dan melangkah ke depan lemari baju kecil miliknya di kamar dan segera memilih dan mengambil pakaiannya untuk segera pergi ke kampus.
"Dha, aku nebeng berangkat bareng ke tempat futsal dong." Teriak Agas cepat dari lantai satu dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Oke," Ucap Yudha mengiyakan segera melangkah masuk ke arah kamar mandi yang berada di lantai ke dua itu dengan cepat.
Sekitar 20 menit berlalu kini Yudha segera turun ke lantai satu dengan berpakaian yang rapi dan terlihat sedikit modis tak seperti kemarin yang terlihat kurang rapi dengan pakaiannya yang ketinggalan modis.
"Wow, siapa ini? Beneran ini Yudha yang kita kenal? Gila, nomer peringkat ke tampanan mu naik melonjak ke atas seketika Dha." Ucap Agas cepat mencoba meledek Yudha yang kini bertampilan lebih casual dan modis.
"Biasa saja," Ucap Yudha cepat menyangkalnya dengan wajah yang tersipu malu itu.
"Ferry, terimakasih banyak kau sudah memberikan ku banyak setelan baju yang bagus-bagus seperti ini." Ucap Yudha cepat berbicara pada Ferry yang kini sedang duduk di meja makan sambil sarapan pagi.
"Sama-sama Yudha, lagi pula baju itu kebesaran untuk ku pakai.. karna tubuh mu lebih besar dari ku, jadi ya aku berikan saja pada mu dari pada tak terpakai di lemari." Ucap Ferry cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Ohh, jadi ini baju mu Ferry? Kenapa sudah begitu lama kau mengekos di kosan ku ini, kau tak pernah satu pun memberikan baju pada ku?" Ucap Agas cepat dengan kedua bola matanya melasnya itu.
"Bukankah aku selalu memberikan mu sepatu dan jam tanganya yang sudah tak terpakai lagi, Agas? Sekarang gantian Yudha yang akan aku berikan, lagi pula kau selalu saja membeli baju baru di setiap minggu." Ucap Ferry cepat berbicara dengan jujur yang mana membuat Agas tertawa lebar seketika.
"Ucapan mu semuanya benar, Ferry.. ohh ya, Dha aku juga ada jam tangan yang sudah lama tak terpakai kau mau?" Tanya Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Dan sepertinya akan cocok dengan setelan baju mu saat ini." Ucap Agas kembali dengan penuh semangat.
"Aku mau, Agas." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Oke, akan segera ku ambilkan di kamar." Ucap Agas cepat segera melangkah naik ke lantai atas dengan satu persatu menaiki anak tangga.
Yudha menatap Ferry dengan lekat yang mana membuat Ferry segera menatap balik ke arahnya.
"Apa waktu kemarin kau mendengar Citra mengolok-olok ku tentang tampilan ku? Ferry." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Ferry.
Ferry yang memang adalah orang yang tak mau ribet dan berbohong sontak berkata "Iya, tak sengaja kedengaran Yudha.. menurut ku dia tak pantas mengolok-olok tampilan mu, sebab semua orang memang harus saling menghargai sesamanya bukan?" Ucap Ferry jujur dengan wajah terlihat sedikit kesalnya itu.
"Terimaksih," Ucap Yudha cepat dengan wajah tertunduknya itu mengucapkan rasa terimakasihnya pada Ferry.
"Santai saja, Yudha.. aku memang berencana ingin membagikan pakaian ku pada orang-orang dan kebetulan kau yang lebih memperlukanya jadi aku langsung membaginya pada mu." Ucap Ferry cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Tapi, tetap saja.. aku merasa sangat beruntung karna dapat memakai pakaian sebagus ini Ferry." Ucap Yudha cepat dengan wajah terharunya itu.
"Kalian sedang membicarakan apa? Kelihatannya serius sekali." Ucap Agas cepat segera menimbrung di percakapan Yudha dan Ferry setelah selesai membawa turun dua kotak jam tangan dan satu kotak sepatu.
"Ada deh, kepo saja!" Ucap Ferry cepat dengan wajah terlihat cueknya itu.
"Anak ini makin hari semakin mengabaikan ku saja, awas akan ku naikkan harga sewa kosan!" Ucap Agas cepat dengan wajah seriusnya itu.
"Ampun raja! Kami akan patuh pada perintah mu." Ucap Yudha dan Ferry cepat secara berbarengan setelah mendengar ancaman mematikan dari Agas itu.
Agas tertawa geli mendengarkan panggilan raja yang di sematkan padanya ia pun dengan cepat segera memberikan kotak sepatu dan dua kotak jam tangan pada Yudha.
"Ini untuk mu, Dha." Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Ini semua?" Tanya Yudha cepat dengan wajah terkejutnya itu.
"Yaps, aku ingin menjadi salah satu orang penting yang ada di kehidupan mu.. kita tidak tau apa yang akan terjadi pada hari esok, karna itu aku ingin memberikan ini sebagai kenang-kenangan untuk mu." Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Terimakasih banyak Agas, ini sangat berarti untuk ku." Ucap Yudha cepat dengan wajah terharunya itu.
"Yasudah ayo kita berangkat, Dha.. nanti keburu telat latihan dan kau pun telah jam kelas." Ucap Agas cepat dengan segera ia mengambil tas futsalnya yang berada di ruang tamu.
Yudha pun segera menaruh jam tangan dan sepatu pemberian Agas di atas meja makan di dekat Ferry makan.
"Dha, selamat berjuang!" Teriak Ferry cepat dengan mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Yudha.
"Iya, Ferry.. terimaksih banyak atas dukungannya." Jawab Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu sembari melambaikan satu tanganya ke arah Ferry sebelum ia pergi melangkah keluar dari dalam rumah kosan.
Ferry tersenyum kecil lalu ia segera berkata "Semoga saja kau berhasil, Yudha.. melihat dirimu yang serius dan baik ku rasa paman dan bibi akan menyukai mu untuk menjadi anak mantu mereka." Ucap Ferry cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah pintu rumah yang sudah tertutup rapat itu.