Alya seketika merasakan getaran aneh saat Yudha menyentuh puncuk kepalanya dengan lembut dan penuh perasaan itu, seketika Alya segera memalingkan wajahnya begitu pula dengan Yudha yang ikut menarik tanganya dan memalingkan wajahnya dengan segera saat baru saja sadar akan hal yang baru ia lakukan itu pada Alya.
"Maaf, aku tidak bermaksud lancang." Ucap Yudha cepat merasa malu sendiri itu.
"Ahh, iya aku mengerti dan tidak usah terlalu di pikirkan." Ucap Alya cepat masih tersipu malu akan perasaan aneh yang tiba-tiba saja ia rasakan bersama dengan Yudha itu.
"Yudha, apa kau punya waktu untuk sore ini?" Tanya Alya cepat dengan wajah tersipu malunya itu.
"Ahh, maksud ku.. aku hanya ingin mengajak mu untuk makan malam bersama." Ucap Alya cepat dengan suara yang tergugupnya itu.
Yudha sontak saja menatap lekat ke arah Alya dan ia pun segera mengingat kembali jadwalnya untuk hari ini, Yudha menghela napasnya dengan berat llau berkata "Seperti tidak ada, aku kerja sambil kuliah Alya." Ucap Yudha cepat terdengar tak enak hati pada Alya.
"Ohh, begitu ya? Wah, hebat dong.. belum lulus tapi sudah dapat kerjaan." Ucap Alya cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Maaf ya, Alya.. aku tidak bisa, mungkin lain hari.. aku akan mengajak mu makan bersama." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Janji?" Tanya Alya cepat segera memajukan jari kelingkingnya pada Yudha untuk membuat janji.
"Janji," Ucap Yudha cepat segera menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Alya dengan cepat.
Alya tersenyum lebar ke arah Yudha yang mana membuat Yudha tak kuasa melihat wajah tersenyum Alya itu.
"Khm, Alya.. aku kerja di restoran khas Jepang yang isinya semua makan dari negara itu, apa kau suka makanan Jepang?" Tanya Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Alya.
"Kerja di restoran khas Jepang?" Tanya Alya cepat dengan wajah terkejutnya itu.
Yudha menganggukan kepalanya dengan cepat dan berkata "Ya, dan kalau kau memang mau makan malam bersama ku mungkin jam pulang kerja nanti kita bisa makan bersama." Ucap Yudha cepat sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal itu karna merasa malu pada Alya.
"Wah, benarkah? Dimana tempat Restorannya, Yudha." Ucap Alya cepat dengan penuh rasa bersemangatnya itu ingin tau dimana tempat Yudha berkerja.
"Aku akan langsung share google mapsnya ya." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu segera mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas almetnya.
Tak lama kemudian Yudha menepuk dahinya dengan cukup pelan dan berkata "Oh iya, kita belum pernah tukaran nomer ponsel!" Ucap Yudha cepat dengan wajah rasa malunya itu.
Alya yang sedari tadi memang sudah tau hal itu sontak saja tertawa kecil karna melihat reaksi terkejut Yudha itu, Alya pun segera berkata "Hahaha, kau ingin benar-benar lucu ya.. sini akan ku berikan nomer ponsel ku, Yudha." Ucap Alya cepat segera memberikan nomernya di ponsel Yudha itu setelah Yudha memberikan ponselnya pada Alya untuk ia ketik dan simpan sendiri.
"Ini sudah," Ucap Alya cepat segera memberikan ponselnya Yudha.
"Kalau begitu aku akan mengirimkan tempatnya." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu setelah selesai menyimpan nomer Alya di ponselnya.
Langkah kaki seseorang kini berjalan ke arah Alya dan Yudha, Alya yang bisa melihat lebih dulu sosok seseorang ang mendekatinya adalah Vino ia pun segera melambaikan tangannya pada Vino dan berhasil membuat perhatian Yudha juga menatap ke arah datangnya Vino.
"Vino, disini." Teriak Alya keras seolah-olah memang ia sudah janjian dengan Vino sebelumnya di taman itu.
Vino tersenyum penuh dan mentap lembut ke arah Alya sebelum pandangannya jatuh ke arah Yudha yang kini sedang berdiri di sisi kanan Alya.
"Vino, kenalkan ini Yudha teman ku.. dan Yudha kenalkan ini Vino yang juga teman ku." Ucap Alya cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu memperkenalkan Vino dan Yudha secara bersamaan.
Yudha dan Vino saling menatap satu sama lainya, Vino pun terlebih dahulu mengajak Yudha untuk bersalaman dan Yudha dengan cepat meraih tangan Vino untuk bersalaman bersama.
"Senang bisa ketemu lu lagi," Ucap Vino cepat dengan wajah tersenyumnya itu menatap lekat Yudha.
"Ya, aku juga senang bisa ketemu lagi." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Ehh? Kalian sudah saling kenal," Ucap Alya cepat dengan wajah terkejutnya itu.
"Iya, dia adalah orang yang sempat aku tabrak tadi Alya." Ucap Vino cepat dengan wajah tersenyum tipisnya itu.
"Apa? Jadi kau sempat hampir menabrak, Yudha? Vino, bagaimana bisa kau mendapatkan surat izin mengemudikan mobil jika selalu saja hampir menabrak orang di setiap harinya!" Ucap Alya cepat memprotes dan mengomeli Vino dengan wajah cemberutnya itu.
"Ohh, ayolah Alya.. kita ini cuma hidup sekali jadi mari kita banyak-banyak berbuat salah." Ucap Vino cepat dangan wajah tersenyum lebarnya itu.
Yudha yang melihat keakraban dan ke kompakan mereka berdua sontak saja membuat Yudha merasa minder dan merasakan patah hati untuk yang pertama kalinya.
Dengan perlahan Yudha melakah mundur karna tak mau menggangu mereka berdua, sesampainya di pakiran motor sosok seseorang pria berjaket hitam plus kupluk hitam dan kaca mata hitam sontak saja menepuk bahu Yudha dengan pelan namun reaksi Yudha yang terkejut itu sontak mempelintir tangan seseorang berpakain serba hitam itu dengan cepat.
"Aduh! Ampun, Yudha! Ini aku Agas." Ucap Agas berbisik agar Yudha dapat mengenalinya yang kini berpenampilan serba hitam itu.
"Agas," Ucap Yudha cepat sontak saja segera melepaskan tangan Agas dengan cepat.
"Aww, sakit banget! Hati-hati banget si, Dha.. ampe tangan ku di pelintir kaya gini." Ucap Agas cepat dengan wajah merajuk kesalnya itu.
"Ohh, maaf Agas.. aku ngga lihat itu kamu! Lagian kenapa pakai pakaian serba hitam kan terlihat aneh dan mencolok." Ucap Yudha cepat dengan kejujurannya itu mengatakan hal yang ia rasa.
"Ya, mau gimana lagi.. kamu kan lagi deketin Alya teman mantan pacar aku yang sekarang entah masih dendam kusumat sama aku atau udah ngga! Makanya aku kalo dekat sama kamu itu harus menyamar seperti ini." Ucap Agas cepat merasa kesal akan Yudha yang tak menghargai kerja kerasnya dalam menyamar.
"Ohh begitu ya, tapi kenapa mengambil tema penyamarnya kaya dukun pijat? Pakai pakaian serba hitam dan asesoris hitam juga, kenapa," Ucap jujur Yudha sontak terhenti saat Agas kembali berkata.
"Sstt, stop mengolok-olok ku Dha.. ayo, kita segera pulang ke kosan!" Ucap Agas kesal karna terus mendengarkan ucapan Yudha yang benar apa adanya itu.
Yudha dan Agas pun segera menjalankan motornya untuk pulang ke rumah kosan yang mana di perjalan mereka berdua sering kali saling berbicara satu sama lainya tampa mempedulikan sekitarnya yang banyak juga pengemudi lainnya.
"Agas, aku seneng bisa berteman dengan mu." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Ya, aku juga! Tapi kata orang sebelum kita adu jotos sesama pria maka pertamanan itu belum sah!" Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Ehh, terus kita harus adu jotos dulu baru bisa di sebut berteman?" Tanya Yudha polos dengan wajah bingungnya itu.
Sontak saja Agas tertawa lebar dan berkata "Mungkin suatu saat nanti, tapi sekali pun aku memukul mu ku harap kau pun balik memukul ku Dha.. agar membuat ku tersadar kalau kita sudah benar-benar berteman!" Teriak Agas kencang dengan tawa kecilnya itu.
"Oke," Timpal Yudha cepat dengan wajah tersenyumnya itu.
Sesaat, Yudha berhasil melupakan rasa sakit hatinya saat melihat Alya yang bersama dengan Vino. Memang benar, teman adalah orang terbaik untuk membuat suasana hati kita kembali seperti semula.