"Namanya Alya, dia juga satu kampus dengan kita." Ucap Yudha cepat dengan wajah bersemu merahnya itu.
Sontak saja Agas dan Ferry sempat terkejut akan ucapan Yudha itu kemudian wajah Ferry lebih cepat berubah kembali seperti semula di bandingkan dengan Agas yang masih menampilkan wajah terkejutnya itu.
"Jadi, wanita itu bernama Alya? Maksud mu Alya yang ada di fakultas ekonomi itu?" Tanya Agas cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Fakultas Ekonomi? Berarti dia satu jurusan dengan aku?" Tanya Yudha balik dengan wajah terkejutnya itu.
"Kalau memang benar Alya yang itu maka ia memang satu jurusan dengan mu, Dha.. cuman, dia Kating mu!" Ucap Agas cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Maksudnya? Dia kakak tingkat ku di jurusan ekonomi? Begitu?" Tanya Yudha cepat dengan wajah penasarannya itu.
Agas menganggukan kepalanya dengan cepat lalu ia berkata "Mungkin saja jika wanita bernama Alya yang kau maksud sama dengan kating bernama Alya juga di fakultas ekonomi itu." Ucap Agas cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Begitu ya, ternyata dia kakak tingkat ku.. benar-benar takdir ini aneh." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu.
"Hey, memangnya kenapa memiliki hubungan dengan kating? Toh, ngga ada yang salah bukan? Lebih baik kau persiapan saja yang matang agar cinta mu di terima oleh wanita itu." Ucap Ferry cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu memeberikan semangat pada Yudha.
Yudha kembali bersemangat namun perkataan Agas membuat Yudha kembali dilema, Agas pun berkata "Aku kenal Alya kating jurusan mu itu dari mantan ku, ya.. bisa di bilang kami putus dengan tak baik sih, aku jadi ragu bisa atau tidaknya membantu mu mendekati kating mu itu, Dha." Ucap Agas cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Putus dengan tak baik? Apa itu Maksudnya, Agas." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu menatap penasaran ke arah Agas sang temanya itu.
Agas tertawa kecil lalu ia berkata "Aku sempat kepergok mendua dan selingkuh! Dha, karna itu aku ragu bisa atau tidak membantu mu.. sementara mantan pacar ku itu adalah teman dekat dari kating yang mau kau dekati itu, aku takut jika mereka tau kau adalah teman ku maka kau pun akan di cap jelek juga oleh mereka." Ucap Agas cepat dengan memegang leher bagian belakang merasa tak enak hati pada Yudha akan kejadian kelam masa lalunya itu.
"Apa? Kau orang yang suka selingkuh, Agas?" Tanya Yudha cepat dengan wajah terkejutnya itu.
Agas menggaruk kepalanya dengan pelan lalu ia segera berkata "Ya, khilaf Dha.. waktu itu Citra orangnya suka marah-marah dan cemburuan! Ya, walau aku memang salah waktu itu karna malah terpancing emosi dan tak mau lagi mengerti sikap Citra.. tapi aku benar-benar sudah tak sanggup lagi terus pacaran sama Citra, alhasil waktu di puncak amarah aku kepergok jalan bersama teman-teman ku di mall tapi Citra malah salah sangka dan menuduh ku jalan berduan saja sama selingkuhan ku di mall! Jadi, aku marah dia marah besar alhasil kita putus dengan cara yang tak baik dan kesalah pahaman itu." Ucap Agas cepat dengan wajah seriusnya itu menceritakan kembali kisah percintaannya yang dulu dengan Citra sahabat Alya.
"Jadi itu berarti cuma salah paham saja bukan? Kenapa kau tak mencoba menjelaskannya saja, Agas." Ucap Ferry cepat yang mana segera mendapatkan anggukan kepala dari Yudha tanda setuju akan ucapan Ferry kali ini.
"Menjelaskan? Yang ada aku akan tiada sebelum menjelaskan kejadian lama itu.. Ferry, Dha, Citra mantan ku itu orang yang sangat keras kepala dan lagi dia itu selalu membuat ku takut jika sedang marah! Saat ini saja bulu kuduk ku selalu merinding saat mengingat moment hari itu disaat Citra marah besar karna aku mau mengembalikan baju couple yang dia belikan untuk ku." Ucap Agas cepat dengan wajah seriusnya itu.
Glek.. Yudha menelan savilahnya kuat-kuat ia teringat kejadian di kantin waktu itu dimana Alya wanita yang ia maksud juga pernah memanggil nama seorang wanita yang sempat mengancam Yudha yaitu Citra! Tidak salah lagi, Alya dan Citra yang Agas kini maksud memang adalah Alya sang wanita pujaan hati Yudha.
"Benar," Ucap Yudha lirih namun masih bisa di dnegar oleh Agas dan Ferry.
"Dha, benar apa maksud mu?" Tanya Agas cepat dengan wajah bingungnya itu.
"Alya dan Citra mantan mu itu memang benar dia adalah teman dari Alya, aku sempat bertemu dengan mereka berdua di kantin dan benar juga kalau sifat Citra memang menyeramkan!" Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya terlihat kini Yudha menjadi lemas tak berdaya.
"Gawat! Kalau begitu aku berarti tak bisa membantu mu, Dha.. jika aku tetap memaksa membantu mu, aku malah akan membuat mu terlihat buruk dan jelek di mata mereka berdua." Ucap Agas cepat dengan raut wajah tak enak hatinya itu karna dulu telah membuat masalah yang mungkin saja akan berdampak pada Yudha sang sahabat nantinya.
"Tidak apa, Agas.. aku yang akan membantu Yudha mendapatkan hati dari wanita bernama Alya itu." Ucap Ferry cepat dengan wajah terlihat seriusnya itu merangkul pundak Yudha dengan erat seolah-olah memberikan dukungan.
"Kau yakin? Bukankah kau sekarang sedang sibuk praktek menjadi seorang Dokter, Ferry." Ucap Agas cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Ferry.
Ferry menganggukan kepalanya dengan cepat lalu ia berkata "Aku masih bisa mampir ke fakultas ekonomi jika sudah selesai praktek." Ucap Ferry cepat dengan wajah seriusnya itu.
"Ehh, tidak usah Ferry.. jika kau sibuk lebih baik tidak usah saja! Lagi pula aku tak mau merepotkan siapa pun tentang urusan cinta sepihak ini." Ucap Yudha cepat dengan wajah tertunduknya itu.
"Kenapa? Walau pun sekarang adalah cinta sepihak bisa saja lusa atau besok kau akan mendapatkan cinta yang seutuhnya, Yudha." Ucap Ferry cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Yaps, Dha.. semangat kejar dan raihlah cinta mu." Timpal Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu memberi dukungan pada Yudha.
Yudha tersentuh ucapan Agas dan Ferry benar-benar membuatnya merasakan hubungan persahabatan yang erat, Yudha pun segera berkata "Terimakasih banyak teman-teman, kalian selalu memberikan dukungan pada ku.. aku benar-benar merasa terharu." Ucap Yudha cepat segera menutup wajahnya yang ingin menangis karna terharu itu dengan kedua telapak tanganya yang besar itu.
"Hahaha, kau adalah sahabat kami.. tentu saja kami akan membantu mu, Dha." Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu sambil tertawa kecil yang mana Ferry pun ikut tersenyum senang merasa bahagia karna dapat bertemu dengan Agas dan Yudha orang-orang baik yang hadir di hidupnya itu.