Misi untuk mendekatkan Yudha dengan Ayla akan segera terlaksanakan. Kini jam mata kuliah Yudha pun telah usai yang dimana saat ini Yudha tengah menunggu kedatangan Ferry tepat di pintu masuk gedung fakultas ekonomi.
"Sob," Panggil Ferry cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Sudah menunggu lama?" Tanya Ferry cepat dengan Wajah terlihat tak enaknya itu.
"Tidak, baru saja.. bagaimana dengan prakteknya, Ferry? Berjalan lancar?" Tanya Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu menatap penuh tanya ke arah Ferry.
Ferry menganggukan kepalanya dengan cepat lalu ia berkata "Sukses! Berkat bantuan pacar ku yang ahli dalam membedah." Ucap Ferry cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
Yudha hanya mampu ikut tersenyum atas keberhasilan Ferry dari ujian prakteknya itu, tak begitu lama sosok Alya dan Citra lewat begitu saja di samping Yudha dan Ferry yang mana membuat Yudha tampa henti memperhatikan dan menatap lekat ke arah Alya yang kini sedang berbincang dan tertawa kecil bersama sang sahabatnya itu.
"Itu, wanita yang memakai rok span panjang berwarna abu itu adalah Alya dan di sampingnya adalah temannya yang bernama Citra." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu sembari memperkenalkan Ferry pada kedua wanita yang baru saja melewati mereka berdua.
"Ohh, jadi wanita itu? Tenyata memang benar tebakan ku tentang mu, Yudha." Ucap Ferry cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
Yudha yang mendengar ucapan itu sontak segera menatap lekat ke arah Ferry dengan pandangan tak mengertinya itu ia pun segera berkata "Tebak? Apa maksud mu, Ferry?" Tanya Yudha cepat dengan tatapan kedua matanya menatap bingung ke arah Ferry.
"Wanita bernama Alya itu terlihat begitu lugu dan pendiam, walau suaranya terdengar sedikit berisik si.. tapi aku tebak kreteria wanita seperti itu adalah wanita yang kau sukai, Yudha." Ucap Ferry cepat dengan wajah terlihat seriusnya itu.
Yudha tersenyum kecil ia merasa sedikit malu akan ucapan Ferry itu, Yudha pun segera berkata "Benar, sejak aku pertama kali bertemu aku sudah menyukainya." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Aku sudah melihatnya dengan jelas semua itu di kedua bola mata mu, Yudha.. kau benar-benar jatuh cinta padanya." Ucap Ferry cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Yasudah, langkah pertama adalah kau harus menciptakan moment yang berharga dan akan selalu teringat jelas di memorinya." Ucap Ferry kembali dengan wajah tersenyum lebarnya itu.
"Moment berharga? Apa yang harus aku lakukan, Ferry." Tanya Yudha cepat dengan penuh semangatnya itu.
"Pertama-tama ajak dia berkenalan," Ucap Ferry cepat terlihat seriusnya itu.
"Aku sudah berkenalan denganya, Ferry." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Ferry.
"Benarkah? Kapan? Kau lebih cepat tanggap dari pada pikiran ku ya." Ucap Ferry cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu.
"Kalau begitu kita akan lanjut ke langkah kedua yaitu, ajak dia berteman dan cari semua hal tentangnya yang perlu kau ketahui." Ucap Ferry kembali dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Mengajaknya berteman? Tapi, bagaimana caranya." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya terlihat bingung tak tau harus mulai dari mana ia mengajak Alya berteman dengannya.
"Memangnya kau tak pernah memiliki teman wanita? Yudha." Tanya Ferry cepat dengan wajah penasarannya itu.
Yudha dengan cepat menggelengkan kepalanya lalu ia segera berkata "Tidak pernah, aku sejak dulu tak pernah mempunyai teman wanita Ferry." Ucap Yudha cepat berbicara jujur dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Ferry.
"Hm, sulit juga kalau permasalahannya seperti ini.. sebab aku juga tidak tau cara mendekati seorang wanita.. karna pacar ku lah yang memulai pendekatannya dengan ku dulu, Yudha." Ucap Ferry cepat menggaruk kepalanya yang tak gatal itu merasa tak enak hati karna tak bisa membantu banyak Yudha.
Yudha terdiam sesaat setelah mendengarkan ucapan Ferry itu rasanya ia semakin tak bisa untuk menggapai Alya.
"Bagaimana kalau kau langsung mengajaknya berbicara saja dan katakan ku mau menjadi teman prianya." Ucap Ferry kembali dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Apa cara itu akan berhasil? Ferry," Tanya Yudha cepat dengan wajah bingungnya itu.
"Mungkin saja, sepertinya cara seperti itu akan berhasil karna dulu pacar ku lakukan hal yang sama untuk bisa dekat dengan diriku yaitu lewat pertemanan.. Yudha, lakukan dengan serius sebab kita ini pria kau harus langsung menyatakan perasaan mu yang sesungguhnya padanya." Ucap Ferry cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Jadi, aku harus mengajaknya berteman dulu atau langsung menyatakan perasaan ku padanya? Ferry." Tanya Yudha bingung menatap lekat ke arah Ferry.
Ferry terdiam sesaat lalu ia pun segera berkata "Ajak berteman dulu! Lupakan dulu tentang menyatakan perasaannya mu Yudha, sebab aku tak yakin jika Alya akan langsung menerima mu dan perasaan mu itu.. dekati saja dia dulu sebagai seorang teman." Ucap Ferry cepat dengan wajah serius nya itu menatap lekat ke arah Yudha.
Benar apa kata Ferry, Yudha pun sempat berfikiran sama seperti yang Ferry katakan ini. Rasanya detak jantung Yudha semakin tak terkendali saat Yudha tau bahwa ia akan mulai ikatan pertemanan dengan Alya sang wanita yang ia minta di setiap doa di sepertiga malamnya itu.
"Yudha? Kau terbengong? Apa kau baik-baik saja." Tanya Ferry cepat dengan wajah cemasnya itu saat melihat Yudha yang terbengong sempat beberapa menit.
"Ah, tidak apa-apa Ferry." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu berusaha mengatur detak jantungnya kini.
"Sepertinya, Alya masih berada di taman sana.. ajak dia mengobrol dan mulai lah untuk berteman dengannya Yudha." Ucap Ferry cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Yudha.
"Baik, akan aku usahakan." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu dengan semangatnya.
Langkah kaki Yudha segera mendekati Alya yang kini tengah duduk di salah satu taman kampus itu, disana Alya terlihat sedang sendiri entah kemana perginya Citra sang teman dekat Alya itu.
Yudha menghela napasnya dengan berat untuk terakhir kalinya sebelum ia mengajak Alya berbicara "Maaf, boleh kita berbicara sebentar?" Tanya Yudha cepat dengan wajah tersenyum canggungnya itu.
"Maaf siapa ya?" Tanya Alya cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke Yudha.
"Hm, aku pria yang waktu itu bertemu dengan mu di tengah jalan saat mobil mu rusak lalu di depan warung saat kau membeli," Ucapan Yudha seketika langsung terhenti saat Alya segera berkata.
"Ah, pria yang kemarin? Mm, ada apa ya." Ucap Alya cepat dengan pandangannya bingungnya itu.
"Aku ingin berteman dengan mu, Alya." Ucap Yudha cepat dengan wajah terlihat seriusnya itu menatap intens ke arah Alya.
"Berteman? Maksud mu," Ucap Alya cepat merasa bingung akan ucapan Yudha yang begitu tiba-tiba itu.
"Ya, mau kah kau berteman dengan ku? Aku, ingin berteman dengan mu Alya mulai detik ini dan seterusnya." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu.
"Hahaha," Tawa Alya seketika pecah saat melihat wajah serius Yudha hanya karna ingin berteman dengannya benar-benar lucu dan baru pertama kali Alya melihat kesungguhan orang yang seperti itu padanya hanya karena ingin berteman saja.