IL. 13

1160 Kata
Rumah kosan sekitar pukul empat sore Yudha baru saja pulang dari beberapa jam berkeliling kota Jakarta untuk mencari perkerjaan. Setelah selesai memakirkan motornya dengan rapi di halaman depan rumah kosan Yudha pun segera masuk ke dalam rumah tak lupa mengucapkan salam. "Assalamualaikum," Ucap Yudha cepat sebelum melangkah masuk ke dalam rumah. Tak ada satu pun orang yang menjawab ucapan salam Yudha yang mana membuat Yudha segera melangkah masuk ke dalam kamarnya, Yudha segera mencopot tas kuliahnya di atas meja belajarnya dan segera merebahkan dirinya dengan cepat di atas kasur merasa amat sangat letih akibat berkendara selama setengah hari. "Nyari kerja di kota besar ini amat sulit sekali." Ucap Yudha lirih dengan wajah terlihat lelahnya itu. "Bagaimana bisa aku mengirimkan uang untuk Ibu dan Ayah ku kalau terus seperti ini." Gumam Yudha lirih dengan wajah sendunya itu. "Hah, semoga saja besok aku segera menemukan perkerjaan." Ucap Yudha kembali terdengar lirih. Tak terasa Yudha tertidur lelap dalam mimpinya setelah baru beberapa menit merebahkan dirinya di kasur, suara azan magrib berkumandang yang mana Yudha segera bangun ketika mendengarnya. "Hah, aku tertidur sampai magrib?" Ucap Yudha cepat dengan wajah terkejutnya itu saat melihat jam tangannya yang kini menujukan pukul enam sore. Tok.. tok.. tok.. terdengar suara ketukan pintu kamar dengan cepat yang mana membuat Yudha segera membuka pintu kamarnya. "Dha, sholat magrib yuk berjamaah di mushola di perempatan jalan sana." Ajak Agas cepat dengan wajah seriusnya itu kini pakaian Agas sudah rapih dan siap untuk berangkat sholat. "Aku belum mandi, Agas.. tadi ketiduran! Kamu sholat berjamaah saja dulu mungkin nanti isya aku baru bisa ke musholla setelah membersihkan diri." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu. "Sip lah, kalau begitu aku tinggal ya.. aku tunggu loh nanti isya di musholla." Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. "Iya," Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum kecilnya itu saat melihat Agas segera pergi dari depan pintu kamarnya menuju ke anak tangga yang menghubungkan lantai dua dengan lantai satu rumah kosannya itu. Yudha dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan juga mengambil wudhu untuk sholat magrib sendiri di dalam kamarnya. Sekitar 30 menit berlalu yang mana Yudha sudah selesai menjalankan ibadah sholat magribnya dan kini tengah bersiap untuk sholat isya berjamaah di musholla yang letaknya di perempatan jalan yang menuju ke rumah kosannya Yudha itu. Bertepatan dengan Yudha yang ingin melangkah ke luar kamarnya, sosok Ferry dengan baju koko serta sarung berwarna merahnya itu kini tengah siap juga untuk berangkat ke musholla. "Ehh, mau ke musholla juga Ferry?" Tanya Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. "Iya nih, tadi magrib ngga sempat sholat berjamaah jadi mau sholat Isya berjamaah di musholla depan sana." Ucap Ferry cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu membalas senyuman ramah Yudha. "Kalau begitu lebih baik kita berangkatnya bareng saja, aku juga mau ke musholla." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyumnya. "Oke, yuk berangkat." Ucap Ferry cepat tersenyum dengan lebarnya. Di sepanjang perjalanan menuju ke musholla Yudha dan Ferry hanya berjalan beriringan saja tampa saling mengucapkan satu kata pun, yang mana Ferry adalah orang yang tertutup sedangkan Yudha adalah pris yang suka merasa tak enakan alhasil mereka berdua hanya berjalan dengan keheningan sampai di depan musholla. "Dha, Ferry!" Panggil Agas cepat dengan melambaikan satu tanganya agar Yudha dan Ferry dapat melihat dan mengetahui tempat Agas di staf bagian keempat dari depan. "Sini," Ajak Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. Yudha dan Ferry pun segera berjalan menuju ke arah Agas yang mana Agas telah menyiapkan dua tempat yang memang untuk tempat Yudha dan Ferry di sisi kanan dan juga kirinya. "Akhirnya kita bisa sholat berjamaah bareng! Kita dulu selalu saja sibuk masing-masing ya Ferry, sampai-sampai kita berdua tidak pernah sempat sholat di musholla ini berjamaah bersama-sama." Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. Semantara itu Ferry hanya menganggukan kepalanya saja dengan cepat tanda mengiyakan ucapan Agas, Agas pun segera melihat ke arah Yudha lalu ia tersenyum kecil. "Dha, katanya anak imam di musholla ini cantik banget tau! Kamu sana dekati imam musholla ini kali saja terpilih menjadi menantu." Ucap Agas cepat dengan nada mengejeknya itu tersenyum lebarnya itu. "Eh? Kenapa harus aku?" Ucap Yudha cepat dengan wajah terkejutnya itu merasa tak mengerti akan ucapan Agas yang telah ia dengar itu. "Hahaha," Tawa Agas segera pecah yang mana membuat Yudha kembali bertanya-tanya dengan penuh rasa penasarannya. Suara azan Isya pun berkumandang dengan jelas di telinga Yudha, Agas dan Ferry yang mana membuat ketiga orang itu segera terdiam mendengarkan dengan baik suara Azan berkumandang itu. Setelah azan Isya beberapa menit kemudian sang imam pun segera melaksanakan sholat Isya berjamaah dengan banyak orang yang sholat di dalam musholla itu. Beberapa menit pun berlalu kini Yudha, Agas dan Ferry tengah berjalan pulang ke arah rumah kosanya setelah selesai menjalankan ibadah orang muslim yaitu sholat. Di sepanjang jalan pulang sosok Agas yang senang sekali berbicara terus saja membuat perjalanan pulang terasa begitu ramai dan singkat, mereka bertiga pun memutuskan untuk masuk ke dalam kosan setelah pulang dari musholla. "Dha, aku sama Ferry ingin pergi beli nasi goreng Pak Makmur kamu mau nitip ngga?" Tanya Agas cepat ke Yudha yang kini tengah asik menonton tv di ruang tamu. "Boleh, aku mau pesan nasi goreng yang level pedasnya seperti biasa ya." Ucap Yudha cepat dengan wajah seriusnya itu menatap lekat ke arah Agas. "Oke, sip akan aku pesankan." Ucap Agas cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. Ting.. satu pesan masuk ke dalam ponsel milik Yudha yang mana pesan itu dari alamat tempat yang pernah Yudha datangi tadi siang untuk mencari lowongan perkerjaan itu. "Selamat malam, kami dari Resto Langit ingin mengucapkan anda di terima berkerja di resto kami mulai hari senin depan." Isi pesan itu yang kini Yudha baca dengan penuh penghayatan dalam benaknya. Seketika Yudha langsung bangkit dari duduknya di sofa lalu tersenyum dengan lebar dan penuh kebahagian. "Berhasil! Akhirnya aku memiliki perkerjaan di kota besar seperti ini, Ibu, Ayah, Yudha sudah dapat berkerja." Ucap Yudha cepat dengan wajah tersenyum lebarnya itu. Tampa sadar Yudha pun segera berjoget dengan ria di ruangan tamu bahkan sampai Agas dan Ferry sudah pulang dari membeli nasi goreng dari warung Pak Makmur. Agas dan Ferry pun menatap dengan pandangan tak percayanya saat melihat Yudha berjoget dengan lincah serta tertawa dengan bahagianya seperti tengah memenangkan lotere yang berhadiah miliaran dollar. "Dha, ada apa?' Tanya Agas cepat dengan wajah penuh rasa penasarannya itu. "Agas, Ferry, aku sudah dapat perkerjaan!" Teriak Yudha girang dengan penuh semangat. "Selamat." Ucap Ferry cepat dengan segera mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Yudha. "Wah, selamat berkerja kawan ku." Ucap Agas cepat dengan segera langsung menepuk dengan bangga bahu Yudha. "Iya, terimakasih banyak teman-teman.. aku juga tak menyangka kalau aku akan dapat perkerjaan! Sungguh malam ini aku amat merasa bahagia sekali." Ucap Yudha cepat dengan wajah penuh harunya itu. Agas sontak tertawa kecil yang mana membuat Ferry juga itu tersenyum senang, Yudha pun tampa sadar ikut tersenyum dan tertawa kecil bersama-sama dengan kawannya itu sungguh mempunyai teman lebih baik dari pada seorang diri saja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN