Sesion 2 bab.15

1420 Kata

“Nak Dijah, kenapa bidan alin tahu?” tanya ibu terheran. “E ... itu, Bu. Sebenarnya kemarin Dijah sama Mbak Sri ke sini. Dijah belum berani bercerita, karena Dijah pikir hanya sebatas masuk angin biasa.” “Ya Allah, Nak Dijah. Hatimu itu seperti apa toh, Nduk? Kamu selalu menjaga hati ibumu ini. sedangkan kamu sendiri terkurung dengan perasaanmu.” “Alhamdulillah, Mbak Alin. Tap Dijah gak bawa hasil tespeknya, gak tahu kalau diajak ibu kesini, “ ucapku sambil menoleh ke arah ibu dan tersenyum. “Ya sudah, ayo masuk! Aku resepkan vitamin untukmu dan janinmu,” ucapnya. ** “Nak Dijah, sekarang kamu sedang mengandung anaknya Ammar, apa masih tetap dengan keputusanmu untuk pulang ke rumah? Disana kamu sendiri. Ibu takut kalau ada apa-apa.” “Insyaallah dijah bisa jaga diri, Bu.” “Nak, ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN