Sesion 2 bab.16

1180 Kata

“Mas … ini… kamu yang ...?” tanyaku tergagap, tak percaya dengan apa yang terjadi. “Ibu yang memintaku. Jangan lupa ponselmu jangan sering ditinggal. Jika tidak ingin ibu bolak-balik kesini.” “Baik.” “Ini kunci rumahmu yang baru, maaf kemarin masuk tanpa permisi, jadi kunci rumah diganti baru,” ucapnya sambil memberikan sebuah gagang kunci dengan gantungan hello kitty. “Dirusak, Mas, kuncinya?” Tanpa jawaban, lelaki berparas tampan mirip Mas Ammar berlalu begitu saja. Kulangkahkan kakiku mendekat ke pintu, menarik nafas panjang dan masuk. Hingga tedengar suara berderit ketika papan segi panjang itu kudorong, tampaklah suasana baru dimana cat dalam rumah sudah berbeda. Jika dulu berwarna hijau usang, yang beberapa dindingnya tampak menjamur, kini berubah bersih dengan warna putih past

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN