Sesion 2 bab.17

1332 Kata

“Assalamualaikum, Mas Adam. Iya, ini Dijah lagi mau minum obat. Tolong sampaikan ibu, beliau tidak perlu khawatir.” “Waalaikumsalam, Nak Dijah. Ini ibu pakai nomornya bapakmu. Tadi kamu bilang apa?Adam?” tanya dari balik sana yang membuatku mengecek nomor yang masuk. ‘Astagfirullah,’ batinku. Karena terburu-buru mengangkat panggilan, membuatku salah menduga. “Iya, Bu. Tadi ibu titip pesan untuk Dijah minum obatkan? Ini baru mau Dijah minum,” ucapku. Sesaat terasa hening. Tak terdengar apapun dari sebrang sana. Lalu, tawa kecil ibu terdengar. “Ibu, maaf. Apa ada yang lucu?” “Maaf, Nak Dijah. Ibu tidak berpesan apa-apa sama Adam. Lagian, pulang dari rumahmu tadi, ternyata ada Sri dan Adi di rumah. Jadi sampai saat ini, belum bertemu Adam.” Aku terdiam, masih mencerna perkataan ibu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN